Dua Mata Uang Ini Sanggup Bertahan dari USD

Sabtu, 01 Agustus 2015 - 16:11 WIB
Dua Mata Uang Ini Sanggup...
Dua Mata Uang Ini Sanggup Bertahan dari USD
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan ada dua mata uang yang sanggup bertahan dari tekanan dolar Amerika Serikat (USD), yaitu dolar Singapura dan rupee India.

Menurutnya Indonesia tak perlu khawatir melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD, karena negara lain mengalami hal serupa. Kecuali Singapura dan India.

"Kalau kemarin yang tidak melemah cuma dolar Singapura sama rupee. Rupee lebih baik, karena mereka mampu memperbaiki struktur ekonomi," ujarnya di Jakarta, Sabtu (8/1/2015).

Sofyan menyampaikan perbaikan struktur ekonomi juga harus dilakukan oleh Indonesia. Pasalnya, kondisi pasar tidak bisa dihalangi kecuali mengorbankan semua cadangan devisa. (Baca: Isu Suku Bunga Fed Hempaskan Rupiah)

"Itu bukan pilihan. Kita tidak mau USD terlalu kuat atau terlalu lemah. Kalau terlalu kuat sangat membebani perusahaan yang berutang ke luar negeri," jelas Sofyan.

Begitu juga ketika USD terlalu lemah, membuat ekspor menjadi kesulitan seperti tahun 2009 dengan nilai tukar Rp9.000/USD. "Akibatnya kita tidak bisa bersaing, karena rupiah terlalu kuat," tandasnya.

Baca juga:


Rupiah Berakhir Terkapar Lewati Rp13.500/USD

Stamina Loyo Bikin RI Rentan Kondisi Eksternal

USD Makin Perkasa, Sirine Awal Krisis Keuangan Global
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
5 Mata Uang Paling Banyak...
5 Mata Uang Paling Banyak Digunakan di Dunia, Nomor 1 Transaksi Hariannya Tembus Rp43.500 Triliun
8 Efek Mata Uang Baru...
8 Efek Mata Uang Baru BRICS terhadap Dollar AS jika Sudah Berlaku
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Mata Uang BRICS Bakal...
Mata Uang BRICS Bakal Gantikan Dolar Disebut Gagasan Konyol
Apakah Bitcoin Bisa...
Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved