Sektor Perdagangan Melemah, Ekonomi Ambruk

Rabu, 05 Agustus 2015 - 18:05 WIB
Sektor Perdagangan Melemah,...
Sektor Perdagangan Melemah, Ekonomi Ambruk
A A A
JAKARTA - Sektor perdagangan melambat, disebutkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai salah satu penyebab melemahnya perekonomian Indonesia.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, pertumbuhan sektor perdagangan melambat cukup dalam sebesar 1,69%. "Untuk perdagangan, sebesar 13,26% sharenya, pertumbuhanya melambat agak dalam 1,69%, sementara tahun lalu 5,1%," ujarnya di kantornya, Rabu (5/8/2015).

Melambatnya sektor perdagangan, lanjut Suryamin, disebabkan penurunan ekspor, impor serta komoditas industri. Sehingga, pertumbuhan tertarik sedikit ke bawah.

Dia mengatakan, untuk pertumbuhan ekonomi kuartal II-2015 sebesar 4,67% sektor yang paling dominan menyumbang adalah industri dengan share 20,91% dan pertanian 14,33%. "Kalau dua tadi itu, Industri dan pertanian itu ternyata sektor yang bawa pertumbuhan kita secara total lebih baik," terangnya.

Suryamin menuturkan, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga agak sedikit melambat. Padahal, memiliki share yang tinggi. Hal ini membuat anjloknya pengeluaran sepeda motor dan mobil menurun.

"Untuk konstruksi share-nya 9,86%, atau tumbuh 5,35%. Kemudian pertambangan dan penggalian dengan kontribusi 8,06% terjadi penurunan 5,87%, itu minus 5,87%. Pertambangan beberapa komoditi di samping ada pembatasan ekspor masih berdampak sekali. Sedangkan untuk transportasi, pendidikan tumbuh 12,16%, tapi sharenya belum terlalu besar. Jadi itu lima sektor pendorong ekonomi kita ini," pungkasnya.

Baca juga:

Ekonomi RI Kuartal II Hanya Tumbuh 4,67%

Ekonom: Ekonomi RI 4,67% Terendah Sejak 2009

Jokowi Diminta Hati-hati Ekonomi Terus Memburuk
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
21 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved