Menkeu: El Nino Terparah Bakal Terjadi di Jawa

Kamis, 06 Agustus 2015 - 03:01 WIB
Menkeu: El Nino Terparah...
Menkeu: El Nino Terparah Bakal Terjadi di Jawa
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, Pulau Jawa diperkirakan akan terkena dampak El Nino atau kekeringan paling parah pada Agustus sampai Desember 2015.

"Memang saya bukan ahli klimatologi, tapi infonya yang paling banyak kena dampak El Nino adalah di Jawa. Dampaknya akan paling parah," ujar Menkeu Bambang di Jakarta, Rabu (5/8/2015)

Produksi beras Indonesia, lanjut dia, ada di enam provinsi, tiga di Jawa, yaitu di barat, tengah, dan timur. 1/3 lagi di luar Jawa ada di Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan.

"Nah, dengan adanya prediksi di Jawa bakal parah kena El Nino, ini akan mengganggu produksi beras meskipun ada musim panen pada September-Oktober. Lainnya tidak akan banyak terganggu, dan mudah-mudahan bisa menetralkan dampak El Nino," terangnya.

Menurut Menkeu, El Nino ini pengaruh terbesarnya adalah inflasi sehingga harus dijaga agar tidak memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

"Kita lihat pertumbuhan ekonomi kita bergantung pada konsumsi rumah tangga. Daya beli indikatornya kan inflasi. Inflasi ditentukan oleh pangan, pangan bergejolak yang utamanya adalah beras. Beras kan butuh air banyak tentunya. Maka kalau ada ancaman kekeringan, tentunya produksi beras turun, kalau enggak dimenej, harganya bakal naik," tandasnya.

Baca juga
:

El Nino Akan Perburuk Kondisi Ekonomi RI

Sektor Perdagangan Melemah, Ekonomi Ambruk

Ekonomi RI Kuartal II Hanya Tumbuh 4,67%
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
18 menit yang lalu
ICDX dan Bursa Komoditas...
ICDX dan Bursa Komoditas Belarus Jalin Kerja Sama Perdagangan Internasional
31 menit yang lalu
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
51 menit yang lalu
Daud Joseph Mundur dari...
Daud Joseph Mundur dari Dirut PT Pos Indonesia usai Penggabungan BUMN Logistik
1 jam yang lalu
Kuota Terbatas! Strategi...
Kuota Terbatas! Strategi Manfaatkan BRI KPR Bunga Spesial 1,75% untuk Rumah Pertama Anda
1 jam yang lalu
Traveloka Gandeng Marriott...
Traveloka Gandeng Marriott International Perluas Akses Hotel di Asia Tenggara
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved