Dampak El Nino, Angka Pengangguran Makin Meningkat

Kamis, 06 Agustus 2015 - 23:04 WIB
Dampak El Nino, Angka...
Dampak El Nino, Angka Pengangguran Makin Meningkat
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistianingsih memprediksi angka pengangguran nasional akan terus meningkat. Faktor utama yang mendorong adalah gelombang panas El Nino yang sudah mulai dirasakan masyarakat.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat memukul sektor pertanian karena musim tanam terpaksa mundur. Efek berantainya adalah para petani akan kehilangan pekerjaan.

"Biasanya buruh paruh waktu di kota akan pulang ke desa di masa tanam. Namun, karena El Nino tampaknya akan memaksa mereka kehilangan pekerjaan dan pengangguran akan semakin parah. Karena pemerintah lambat menggulirkan proyek baru," ujar Lana saat dihubungi, Kamis (6/8/2015).

Dia mengatakan kondisi ini betambah parah fenomena El Nino yang akan terus menghantui hingga tahun depan. Para pekerja yang biasanya dapat diserap juga terlunta-lunta akibat sektor konstruksi dapat menjadi alternatif justru melambat. Karena selain sektor pertanian, perlambatan ekonomi juga memukul sektor sektor strategis penyerap tenaga kerja.

Seperti sektor manufaktur dan konstruksi yang tiarap akibat terkikisnya daya beli masyarakat. Sektor konstruksi khususnya ditandai dengan menurunnya permintaan hunian real estate dan apartemen.

"Seharusnya sektor swasta dapat mendorong daya beli. Sayang juga sedang lesu sedangkan pemerintah masih berkutat dengan masalahnya sendiri. Terlebih, belum adanya jaminan keamanan bagi menteri yang ingin agresif mencairkan anggaran," terangnya.

Dia memprediksi pertumbuhan ekonomi atau PDB di kuartal tiga 2015 masih akan terjadi koreksi walaupun tidak terlalu besar atau hanya sebesar 4,58%. Dia berharap tingkat inflasi nasional dapat secepatnya turun sehingga daya beli masyarakat menjadi lebih baik. Meskipun secara nominal tidak ada pertambahan pendapatan.

"Peningkatan daya beli masih menunggu perbaikan inflasi karena sulit untuk menambah pendapatan masyarakat. Sepertinya daya beli di kuartal empat dapat lebih baik karena inflasi diprediksi membaik," ujarnya.

Di kalangan perbankan juga mencatatkan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) lesu pada semester pertama 2015. Pada periode ini, bisnis KPR perbankan umumnya hanya mencetak pertumbuhan single digit akibat penurunan permintaan kredit akibat ekonomi lesu.

Baca juga:

Menkeu: El Nino Terparah Bakal Terjadi di Jawa

El Nino Akan Perburuk Kondisi Ekonomi RI

Jokowi Akui Pertumbuhan Ekonomi Mentok
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengangguran Melonjak...
Pengangguran Melonjak Jadi 7,28 Juta Orang, Perindo Soroti Lemahnya Daya Beli dan Iklim Usaha
Digulung Tsunami PHK,...
Digulung Tsunami PHK, 83.450 Orang Mendadak Jadi Pengangguran
Dorong Produktivitas...
Dorong Produktivitas Usia Muda
Targetkan Pengangguran...
Targetkan Pengangguran Terbuka 4,5% di 2025, Pemerintah Disebut Kepedean
Pengangguran dan Informalisasi...
Pengangguran dan Informalisasi Ekonomi
Ekonomi Tumbuh 5,72%...
Ekonomi Tumbuh 5,72% di Kuartal III, Pengangguran Terbuka Turun 0,63%
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
32 menit yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
46 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
47 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
1 jam yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved