Hasil Obrolan Menkeu-KPK soal Dana Operasional Menteri

Jum'at, 07 Agustus 2015 - 13:47 WIB
Hasil Obrolan Menkeu-KPK...
Hasil Obrolan Menkeu-KPK soal Dana Operasional Menteri
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro baru saja bertemu dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki guna membahas dana operasional menteri. Ruki ingin rumusan soal dana operasional tersebut di-clear-kan.

Hal tersebut dikarenakan pembicaraannya dengan Menkeu bahwa dana operasional dari pengalaman sebelumnya, kerap disalahgunakan sehingga tidak tepat guna.

Saat ini, kata dia, Menkeu sedang menyusun ketentuannya dan mengajak KPK untuk mendiskusikan soal ini.

"Tadi kita bahas soal dana operasional menteri. Saya bilang dana operasional menteri menurut pengalaman saya di KPK menangani kasus-kasus menteri yang terduga menyalahgunakan dana operasional. Kita minta agar rumusan tentang dana operasional di-clear-kan," katanya di Jakarta, Jumat (7/8/2015).

Meski sementara ini tidak ada masalah, namun jika bercermin dari terdahulu, penggunaan dana operasional tersebut tidak fleksibel.

"Sementara ini sebetulnya enggak ada masalah. Masalah masa lalu saja yang penggunaannya enggak fleksibel. Sementara itu menteri sendiri mengharapakan adanya fleksibilitas dalam penggunaan hubungannya dengan anggaran pemerintah," tutur Ruki.

Menurutnya, jangan sampai gara-gara ketidakfleksibelan ini ada menteri yang terjerat. Maka harus di-clear-kan.

"Maksudnya, jangan sampai ada menteri yang sampai terjerat karena dianggap melakukan perbuatan melawan hukum dengan menyalahgunakan. Jadi hukumnya enggak boleh multitafsir dan enggak boleh njelimet," ungkap dia.

"Jadi, Peraturan Menteri dan UU harus clear, enggak boleh ditafsirkan macam-macam. Bisa dipahami dan enggak terjadi hal-hal penyimpangan," tutup Ruki.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Kemenkeu Ajukan Tambahan...
Kemenkeu Ajukan Tambahan Anggaran Rp43,307 T di 2021, Buat Apa?
Kemenkeu Perpanjang...
Kemenkeu Perpanjang Alokasi Anggaran Corona Sampai 2021
Sri Mulyani Mohon Maaf...
Sri Mulyani Mohon Maaf Tak Ada Snack Saat Rapat Imbas Hemat Anggaran
Kemenkeu Puji Komitmen...
Kemenkeu Puji Komitmen Jabar Soal Realisasi DAK Fisik Kesehatan Corona
Sah! Anggaran Kementerian...
Sah! Anggaran Kementerian Keuangan Dipangkas Rp8,9 Triliun
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved