Meski Penjualan Anjlok, Permintaan Properti Masih Tinggi
Minggu, 09 Agustus 2015 - 12:56 WIB
Meski Penjualan Anjlok, Permintaan Properti Masih Tinggi
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy mengakui, meski sektor properti sedang mengalami penurunan penjualan akibat perlambatan ekonomi, namun jika dilihat dari sisi permintaan masih tinggi.
Namun demikian, permintaan yang tinggi tersebut masih didominasi sikap menahan diri dari konsumen yang akan membelanjakan uangnya di sektor properti.
"Saya rasa kalau permintaan sampai saat ini memang masih tinggi. Sekarang kenapa kok jualan melambat karena orang mungkin melihat dengan perlambatan ekonomi ini dan nilai tukar yang semakin bergejolak," kata Eddy ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Minggu (9/8/2015)
Menurut dia, meski permintaan akan properti tinggi, namun konsumen masih menahan diri karena menyikapi kondisi ekonomi saat ini.
"Kalau permintaan itu, artinya mereka sudah mau beli, dan sudah order, tapi mereka nahan dulu karena dolar AS (USD) lagi kuat sekali," ujarnya.
Dari sisi pengusaha sendiri, menurut Eddy, mereka akan melihat kondisi di pasar properti dan menyesuaikan harga yang cocok untuk kantong masyarakat saat ini.
"Kalau kondisinya begini, pembeli menurun, pasti kita akan menyesuaikan kondisi pasar. Tapi kita optimis, berharap dalam waktu yang tidak lama ini, bisa membaik. Apalagi jika proyek pemerintah sudah mulai dikucurkan," pungkas dia.
Baca:
Penjualan properti Anjlok Keciptratan Perlambatan Ekonomi
Sektor Properti Tertampar Melambatnya Ekonomi
Namun demikian, permintaan yang tinggi tersebut masih didominasi sikap menahan diri dari konsumen yang akan membelanjakan uangnya di sektor properti.
"Saya rasa kalau permintaan sampai saat ini memang masih tinggi. Sekarang kenapa kok jualan melambat karena orang mungkin melihat dengan perlambatan ekonomi ini dan nilai tukar yang semakin bergejolak," kata Eddy ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Minggu (9/8/2015)
Menurut dia, meski permintaan akan properti tinggi, namun konsumen masih menahan diri karena menyikapi kondisi ekonomi saat ini.
"Kalau permintaan itu, artinya mereka sudah mau beli, dan sudah order, tapi mereka nahan dulu karena dolar AS (USD) lagi kuat sekali," ujarnya.
Dari sisi pengusaha sendiri, menurut Eddy, mereka akan melihat kondisi di pasar properti dan menyesuaikan harga yang cocok untuk kantong masyarakat saat ini.
"Kalau kondisinya begini, pembeli menurun, pasti kita akan menyesuaikan kondisi pasar. Tapi kita optimis, berharap dalam waktu yang tidak lama ini, bisa membaik. Apalagi jika proyek pemerintah sudah mulai dikucurkan," pungkas dia.
Baca:
Penjualan properti Anjlok Keciptratan Perlambatan Ekonomi
Sektor Properti Tertampar Melambatnya Ekonomi
(rna)
Lihat Juga :