Bangun PLTN Minimal 10 Tahun

Senin, 10 Agustus 2015 - 19:27 WIB
Bangun PLTN Minimal...
Bangun PLTN Minimal 10 Tahun
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, diperlukan waktu minimal 10 tahun untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Bahkan, jika dipandang dengan negara lain, kurun waktu 10 tahun adalah sesuatu yang ambisius. Rida mengatakan, memang energi nuklir ini nantinya akan menjadi energi yang sangat bermanfaat untuk masa depan Indonesia. Namun pembangunannya tidak serta merta singkat.

"Pembangunan PLTN paling cepat 10 tahun. 10 tahun itu pun dipandang sesuatu yang ambisius kalau negara lain tahu. Kami, dari saya terutama menempatkan PLTN itu di meja untuk didiskusikan sama-sama jangan sampai setelah waktunya mepet kemudian baru membicarakannya. Padahal waktunya sudah telat," kata dia di Jakarta, Senin (10/8/2015).

Saat ini, Indonesia kalah dengan negara berkembang lainnya seperti Vietnam dan Malaysia yang sudah membangun energi nuklir. Rida menyayangkan, Indonesia termasuk ke 10 negara terbesar di dunia, namun satu-satunya yang belum membangun PLTN.

"Coba sekarang, Vietna‎m bangun, Malaysia bangun. Coba kita termasuk 10 negara terbesar di dunia, tapi satu-satunya yang belum bangun PLTN. Statistiknya mengatakan, kita lagi krisis segala macam. Yang bisa memberikan listrik yang bersih dalam waktu cepat, besar sekarang itu ya PLTN. Kecenderungannya itu naik terus pembangunan di dunia," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ukraina Serukan Warga...
Ukraina Serukan Warga Dekat PLTN PLTN Zaporizhzhia Mengungsi
Segudang Asa Pengembangan...
Segudang Asa Pengembangan Energi Nuklir di Indonesia
Uni Emirat Arab Kini...
Uni Emirat Arab Kini Memiliki PLTN Pertama di Timur Tengah
Pembangunan PLTN Masih...
Pembangunan PLTN Masih Tunggu Arahan Jokowi
Perkembangan PLTN Stagnan...
Perkembangan PLTN Stagnan dalam 10 Tahun Terakhir
Ukraina Tuding Rusia...
Ukraina Tuding Rusia Tahan Direktur PLTN Zaporizhzhia
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved