IHSG Berpotensi Melemah, Cermati Saham Ini
Rabu, 12 Agustus 2015 - 07:15 WIB
IHSG Berpotensi Melemah, Cermati Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpotensi melanjutkan pelemahan karena belum adanya sentimen positif.
"Dari sisi sentimen tampaknya belum akan ada hadirnya sentimen positif, sehingga membuat IHSG berpotensi melanjutkan pelemahannya," Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Akan tetapi, dia menambahkan, jika melihat posisi historikal seperti yang terjadi pada minggu kedua Juni pasca menyentuh low level di 4.619 dan diikuti pembalikan arah menguat di hari berikutnya maka timbul harapan nantinya IHSG dapat membentuk pola tersebut.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.605-4.615 dan resisten 4.655-4.772. Laju IHSG kemarin berada di bawah area target support 4.715-4.739 dan sempat di dalam area target resisten 4.760-4.778 meski berakhir di bawah level tersebut.
Kemarin, kekhawatiran akan kembali terjadinya pelemahan terbukti bahkan di luar perkiraan. IHSG melemah lebih dari 2,5%. Tampaknya aksi jual masih berlanjut setelah pelaku pasar belum teryakini akan pidato Presiden Jokowi sebelumnya.
Janji bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat di atas 5% yang disampaikan Presiden Jokowi serta akan habis-habisan dalam menggenjot belanja APBN.
Jokowi menjelaskan hal ini untuk kegiatan pembangunan infrastruktur, tampaknya kurang dapat menahan adanya aksi jual. Pelaku pasar belum merasa teryakini dengan pidato tersebut.
Tidak hanya itu, kembali anjloknya rupiah pasca bergerak stagnan sebelumnya turut direspon negatif. Pelemahan ini terkait dengan berita China yang mendevaluasi mata uang yuan.
"Pelaku pasar langsung price in dan berasumsi kinerja emiten akan semakin melemah dengan pelemahan rupiah, sehingga aksi jual pun kembali marak dan tak terhindarkan," jelas Reza.
Dia menambahkan, pelemahan rupiah dan kembalinya asing jualan kompak melorotkan IHSG. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp114,38 miliar menjadi net sell Rp584,64 miliar.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp205-Rp235. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp215.
PT Provident Agro Tbk (PALM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp590-Rp670. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp640.
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.500-Rp2.690. Rekomendasi lakukan pembelian saat melemah (Buy on Weakness) jika di bawah Rp2.525.
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.100-Rp2.350. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.290.
PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.700-Rp3.865. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.790.
PT Modernland Realty Tbk (MDRN) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp270-Rp305. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp285.
PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp150-Rp185. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp155.
"Dari sisi sentimen tampaknya belum akan ada hadirnya sentimen positif, sehingga membuat IHSG berpotensi melanjutkan pelemahannya," Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Akan tetapi, dia menambahkan, jika melihat posisi historikal seperti yang terjadi pada minggu kedua Juni pasca menyentuh low level di 4.619 dan diikuti pembalikan arah menguat di hari berikutnya maka timbul harapan nantinya IHSG dapat membentuk pola tersebut.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.605-4.615 dan resisten 4.655-4.772. Laju IHSG kemarin berada di bawah area target support 4.715-4.739 dan sempat di dalam area target resisten 4.760-4.778 meski berakhir di bawah level tersebut.
Kemarin, kekhawatiran akan kembali terjadinya pelemahan terbukti bahkan di luar perkiraan. IHSG melemah lebih dari 2,5%. Tampaknya aksi jual masih berlanjut setelah pelaku pasar belum teryakini akan pidato Presiden Jokowi sebelumnya.
Janji bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat di atas 5% yang disampaikan Presiden Jokowi serta akan habis-habisan dalam menggenjot belanja APBN.
Jokowi menjelaskan hal ini untuk kegiatan pembangunan infrastruktur, tampaknya kurang dapat menahan adanya aksi jual. Pelaku pasar belum merasa teryakini dengan pidato tersebut.
Tidak hanya itu, kembali anjloknya rupiah pasca bergerak stagnan sebelumnya turut direspon negatif. Pelemahan ini terkait dengan berita China yang mendevaluasi mata uang yuan.
"Pelaku pasar langsung price in dan berasumsi kinerja emiten akan semakin melemah dengan pelemahan rupiah, sehingga aksi jual pun kembali marak dan tak terhindarkan," jelas Reza.
Dia menambahkan, pelemahan rupiah dan kembalinya asing jualan kompak melorotkan IHSG. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp114,38 miliar menjadi net sell Rp584,64 miliar.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp205-Rp235. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp215.
PT Provident Agro Tbk (PALM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp590-Rp670. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp640.
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.500-Rp2.690. Rekomendasi lakukan pembelian saat melemah (Buy on Weakness) jika di bawah Rp2.525.
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.100-Rp2.350. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.290.
PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.700-Rp3.865. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.790.
PT Modernland Realty Tbk (MDRN) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp270-Rp305. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp285.
PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp150-Rp185. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp155.
(rna)
Lihat Juga :