Pelambatan China Makin Kentara

Kamis, 13 Agustus 2015 - 09:54 WIB
Pelambatan China Makin...
Pelambatan China Makin Kentara
A A A
BEIJING - Tiga indikator utama ekonomi yang dirilis Biro Statistik Nasional China kemarin menunjukkan bahwa pelambatan ekonomi di negara tersebut semakin jelas.

Kendati masih tumbuh, indikatorindikator utama perekonomian Negeri Panda itu semuanya di bawah ekspektasi pasar. Produksi industrial, yang mengukur ouput dari pabrikpabrik dan tambang di negara itu misalnya, tercatat hanya tumbuh 6% pada Juli, melambat dari 6,8% di bulan sebelumnya. Angka itu pun jauh di bawah perkiraan 6,6% hasil sebuah survei yang digelar beberapa waktu sebelumnya.

Ekonom menilai angka itu menunjukkan berlanjutnya pelemahan perekonomian China. Dampaknya diperkirakan bakal ada langkah antisipasi oleh pemerintah dengan kebijakan pelonggaran. Bank sentral China kemarin memangkas nilai yuan terhadap dolar untuk kedua kalinya untuk meningkatkan daya saing produk ekspornya.

”Data perekonomian China pada Juli ternyata lebih lemah dari yang diperkirakan sebelumnya. Ini mengindikasikan bahwa momentum pertumbuhan mulai kehilangan pendorongnya,” ungkap ekonom Nomura Zhao Yang seperti dikutip AFP kemarin. Selanjutnya, data penjualan ritel tercatat naik 10,5% pada bulan yang sama. Namun, itu pun masih di bawah angka perkiraan sebesar 10,6%.

Sementara investasi aset tetap, yang menjadi ukuran belanja pemerintah di sektor infrastruktur tumbuh 11,2% pada periode Januari-Juli. Itu juga di bawah angka estimasi sebelumnya sebesar 11,5% dan merupakan pertumbuhan terlemah sejak Desember tahun 2000.

Ekonom ANZ Liu Ligang dan Louis Lam memperingat-kan, pertumbuhan ekonomi China bisa merosot di bawah 6,5% pada kuartal ketiga tahun ini jika tidak ada perbaikan di bulan-bulan selanjutnya. ”Karena itu, kami memperkirakan bakal ada kebijakan pelonggaran lebih lanjut dari pemerintah,” ujarnya.

Mereka memprediksi bakal ada pemangkasan suku bunga di kuartal ketiga dan juga pengurangan jumlah dana yang harus dicadangkan perbankan. Pihak berwenang China tercatat telah empat kali memangkas suku bunga sejak November dan mengurangi rasio pencadangan sebanyak tiga kali dalam upayanya untuk mendorong kembali perekonomian yang melambat. Data-data penting tersebut dirilis seiring berlanjutnya pelambatan ekonomi China pada 2015.

M faizal
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
10 menit yang lalu
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
1 jam yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
1 jam yang lalu
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
1 jam yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
2 jam yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved