Kenapa Perbankan AS Takut Terhadap China?

Jum'at, 14 Agustus 2015 - 15:57 WIB
Kenapa Perbankan AS...
Kenapa Perbankan AS Takut Terhadap China?
A A A
NEW YORK - Perbankan Amerika Serikat (AS) mungkin memiliki eksposur pendapatan sangat sedikit ke China, tetapi mereka memiliki ketakutan seiring dengan memburukanya kondisi negara ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Pasalnya, memburuknya ekonomi di China akan menunda Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga AS (Fed rate). Itu akan menjadi hal yang buruk bagi kalangan perbankan karena sektor ini telah menunggu kenaikan suku bunga untuk mendongkrak pendapatan hipotek dan pinjaman.

"Penurunan (pertumbuhan ekonomi) yang signifikan di China bisa mendorong Fed untuk menunda menaikan suku bunga, yang mengarah ke revisi negatif untuk estimasi laba bersih tahun depan," kata analis riset Bank of America Erika Najarian dan Ebrahim Poonawala dalam aporan penelitiannya baru-baru ini, seperti dikutip dari USA Today, Jumat (14/8/2015).

Najarian dan Poonawala memperkirakan, laba bersih bank per saham susut 10%-15% jika The Fed menunda menaikkan suku acuan hingga akhir 2016. Kenaikan suku bunga menjadi katalis positif terbesar bagi saham bank.

"Penundaan kenaikan suku bunga akan mengubah prospek bullish untuk sektor ini," kata mereka dalam laporannya.

Sementara analis perbankan di S&P Capital IQ Erik Oja mengatakan, semua bank AS dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga. Kendati demikian, menurut dia, imbas dari penundaan tersebut terhadap laba perbankan tidak terlalu besar. Namun, Citigroup yang memiliki eksposur langsung ke China akan terkena paparan langsung sebesar 1,2%, diikuti oleh JPMorgan Chase hanya 0,7%.

Pekan ini, China melemahkan mata uangnya sebagai upaya untuk meningkatkan ekspornya yang anjlok pada Juli lalu. Langkah bank sentral mendevaluasi yuan telah memicu kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi China akan lebih buruk dari yang diperkirakan. Hal itu bisa mendorong The Fed untuk lebih hati-hati dalam menaikkan suku bunganya.

(Baca: Donald Trump: Devaluasi Yuan Akan Hancurkan AS)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
China Melemah! Disebut...
China Melemah! Disebut Tak Akan Menyalip Ekonomi AS Sampai 2080
China Kalahkan Amerika...
China Kalahkan Amerika Serikat sebagai Negara Terkaya di Dunia
Perusahaan China Makin...
Perusahaan China Makin Banyak Masuk Daftar Hitam AS
Bangun Ekonomi Konsumen...
Bangun Ekonomi Konsumen Skala Besar, China Buka Pasar Bagi Perusahaan Semua Negara
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved