Aksi Jual Belum Reda, IHSG Potensi Koreksi Lagi
Jum'at, 21 Agustus 2015 - 08:17 WIB
Aksi Jual Belum Reda, IHSG Potensi Koreksi Lagi
A
A
A
JAKARTA - Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan berlanjutan jika aksi jual belum mereda.
"Meski harapan akan meredanya aksi jual belum sepenuhnya terjadi, namun kami masih tetap berharap aksi jual dapat sedikit mereda untuk mengurangi penderitaan IHSG," kata
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (21/8/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.388-4.400 dan resisten 4.458-4.505. Laju IHSG kemarin berada di bawah area target support 4.445-4.456 dan gagal mendekati area target resisten 4.500-4.535.
IHSG kemarin tidak banyak berubah dari sehari sebelumya, di mana laju IHSG masih melanjutkan pelemahannya. Awan negatif belum beranjak dan masih mewarnai laju IHSG yang masih tetap berada di zona merah.
Belum adanya sentimen positif yang dijadikan pegangan, lanjutnya, pelaku pasar membuat laju IHSG kian terbenam di zona merah. Apalagi pelaku pasar masih melakukan aksi jual dan bahkan meningkatkan penjualannya.
Saham-saham yang sebelumnya menguat kembali tertekan dan berganti dengan saham-saham lainnya untuk didapatkan peluang gainnya. Masih melemahnya laju bursa saham global yang diikuti pergerakan rupiah yang tak kunjung positif menambah derita IHSG.
Asing kembali melanjutkan aksi jualnya yang lebih tinggi dan laju rupiah kembali melemah sehingga melemahkan IHSG. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp438,49 miliar menjadi net sell Rp2,57 triliun.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Indosat Tbk (ISAT), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).
"Meski harapan akan meredanya aksi jual belum sepenuhnya terjadi, namun kami masih tetap berharap aksi jual dapat sedikit mereda untuk mengurangi penderitaan IHSG," kata
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (21/8/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.388-4.400 dan resisten 4.458-4.505. Laju IHSG kemarin berada di bawah area target support 4.445-4.456 dan gagal mendekati area target resisten 4.500-4.535.
IHSG kemarin tidak banyak berubah dari sehari sebelumya, di mana laju IHSG masih melanjutkan pelemahannya. Awan negatif belum beranjak dan masih mewarnai laju IHSG yang masih tetap berada di zona merah.
Belum adanya sentimen positif yang dijadikan pegangan, lanjutnya, pelaku pasar membuat laju IHSG kian terbenam di zona merah. Apalagi pelaku pasar masih melakukan aksi jual dan bahkan meningkatkan penjualannya.
Saham-saham yang sebelumnya menguat kembali tertekan dan berganti dengan saham-saham lainnya untuk didapatkan peluang gainnya. Masih melemahnya laju bursa saham global yang diikuti pergerakan rupiah yang tak kunjung positif menambah derita IHSG.
Asing kembali melanjutkan aksi jualnya yang lebih tinggi dan laju rupiah kembali melemah sehingga melemahkan IHSG. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp438,49 miliar menjadi net sell Rp2,57 triliun.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Indosat Tbk (ISAT), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).
(rna)
Lihat Juga :