Tax Holiday Dinilai Picu Perang Diskon Pajak

Senin, 24 Agustus 2015 - 12:16 WIB
Tax Holiday Dinilai...
Tax Holiday Dinilai Picu Perang Diskon Pajak
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa, Setyo Budiantoro menilai bahwa kebijakan pembebasan atau pengurangan pajak (tax holiday) akan memicu perang diskon pajak dengan negara tetangga.

"Hal yang jauh lebih mengkhawatirkan, penerapan tax holiday yang eksesif akan memicu 'perang diskon pajak' dengan negara tetangga dan menyeret ke situasi 'perlombaan masuk jurang' atau race to the bottom," ujarnya di Jakarta, Senin (24/8/2015).

Menurutnya, dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini, situasi tersebut akan semakin nyata. Pengalaman di kawasan regional yang makin terintegrasi seperti Uni Eropa dan terutama Afrika, race to the bottom jelas terjadi.

Namun, lanjut dia, untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan pertemuan kepala negara dan menteri keuangan negara ASEAN untuk berkoordinasi dan membuat kesepakatan tidak menggunakan instrumen pajak secara eksesif di era MEA. "Perang pajak akan merugikan semua negara anggota ASEAN, semua jadi korban," katanya.

Lebih jauh Setyo mengatakan, Indonesia tanpa tax holiday sebenarnya sudah menarik bagi investor. Yang perlu dibenahi bukan hanya infrastruktur dan energi, melainkan juga reformasi birokrasi dengan target dan supervise ketat. Ruwetnya birokrasi dan banyaknya pungutan liar membuat iklim investasi tetap buruk.

Selain itu, tidak perlu silau dengan foreign direct investment (FDI), di mana potensi investasi dalam negeri juga cukup besar dengan syarat adanya dukungan.

"Paling tidak perlu dana riset 2% dari PDB guna mendukung usaha, inovasi, produksi, serta ilmu pengetahuan agar potensi Indonesia bisa dikembangkan sendiri. Ini sesuai semangat pemerintahan Jokowi menjadikan Indonesia bangsa produksi, bukan hanya konsumen," tutur dia.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah menggodok revisi Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) terkait pemberian fasilitas tax holiday. Pemerintah akan memperluas, mempermudah, dan memperpanjang penerapan kebijakan "libur pajak" (tax holiday) hingga 20 tahun. Insentif pembebasan pajak akan mendatangkan investasi FDI dan meningkatkan investasi di dalam negeri.

Kebijakan ini bukan hal baru. Pengalaman pembebasan pajak pada 1970-an, ternyata tidak mampu mendorong pertumbuhan investasi signifikan.

Ketika kebijakan itu dicabut 1984, investasi asing justru mengalir deras. Alih-alih meningkatkan investasi, aturan baru ini perusahaan justru berpotensi dimanfaatkan perusahaan lama yang "culas" mendirikan dimanfaatkan "baru" untuk menghindari pajak.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Indonesia Didorong Kuasai...
Indonesia Didorong Kuasai Teknologi dan Inovasi Perkuat Industrialisasi Hijau
51 menit yang lalu
Unilever Indonesia Bukukan...
Unilever Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp2,1 Triliun di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Ada Kabar Baik dari...
Ada Kabar Baik dari AS-Iran, Harga Minyak Dunia Rontok 1%
1 jam yang lalu
Perkuat Operasional...
Perkuat Operasional Rendah Karbon, Danone Indonesia Operasikan PLTS di 11 Pabrik
1 jam yang lalu
Tingkatkan Produktivitas...
Tingkatkan Produktivitas Petani, Mahindra-RMA Indonesia Luncurkan Mahindra OJA 3140
1 jam yang lalu
BBT Perkuat Ekosistem...
BBT Perkuat Ekosistem Industri Batam lewat Ekspansi Fiber dan 5G
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved