Premi Bruto Asuransi Umum Tumbuh 10,2%

Selasa, 25 Agustus 2015 - 09:17 WIB
Premi Bruto Asuransi...
Premi Bruto Asuransi Umum Tumbuh 10,2%
A A A
JAKARTA - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi bruto asuransi umum semester I/2015 mencapai Rp28,1 triliun, naik 10,2% dibandingkan semester I/2014 sebesar Rp25,4 triliun.

Pertumbuhan terbesar pada semester pertama ini adalah pada premi bruto lini usaha asuransi harta benda dengan kenaikan sebesar Rp1,2 triliun atau tumbuh 18,2%. ”Secara nominal, lini usaha asuransi harta benda yang selisih kenaikannya paling besar. Tapi kalau secara pertumbuhan, lini usaha pesawat udara dan satelit yang mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 60,5% menjadi Rp560 miliar,” kata Ketua Departemen Statistik, Riset, dan Analisa AAUI Anita Faktasia saat konferensi pers mengenai kinerja AAUI semester I/2015 di Jakarta kemarin.

Selanjutnya, pertumbuhan lini usaha asuransi tanggung gugat sebesar 44,7% menjadi Rp884,3 miliar, lini usaha asuransi rekayasa sebesar 22,6% menjadi Rp849 miliar, serta asuransi penjaminan sebesar 19,5% menjadi Rp618,6 miliar. Sementara, klaim bruto pada semester I/2015 tercatat sebesar Rp13,5 triliun atau naik 37,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp9,8 triliun.

Direktur Utama AAUI Julian Noor mengungkapkan, pertumbuhan klaim tertinggi terjadi pada lini asuransi energi yang pertumbuhannya 180,8%, menjadi Rp501,5 miliar dari Rp178,6 miliar. Pertumbuhan klaim lini usaha pesawat udara dan satelit sebesar 166,9% dari Rp61,6 miliar menjadi Rp164,4 miliar. Julian mengungkapkan, dari klaim sebesar Rp164,4 miliar, sekitar 90% berasal dari klaim korban pesawat AirAsia QZ8501. ”Sampai saat ini klaim AirAsia sudah clear,” papar Julian.

Di samping itu, kontribusi klaim asuransi umum paling besar yaitu dari kendaraan bermotor sebesar 28,9%, kemudian harta benda sebesar 25,4%, kecelakaan dan kesehatan sebesar 15,2%, serta kredit asuransi sebesar 6,7%. Selanjutnya, penjaminan berkontribusi sebesar 1,5%, aneka sebesar 3,1%, tanggung gugat sebesar 0,3%, rekayasa sebesar 2,9%, asuransi energi sebesar 3,7%, rangka kapal sebesar 5,8%, dan terakhir asuransi pengangkutan kapal laut yang berkontribusi 5,1%.

Julian menuturkan, premi bruto reasuransi pada semester I/2015 sebesar Rp3,4 triliun atau tumbuh 105,5% dari Rp1,6 triliun di tahun sebelumnya. Premi reasuransi paling besar dikontribusi oleh lini usaha asuransi harta benda sebesar Rp1,77 triliun. Sedangkan, klaim bruto reasuransi sebesar Rp1,1 triliun atau naik 45,3% dan paling besar dikontribusi oleh asuransi harta benda sebesar Rp468,5 miliar.

”Pertumbuhan premi reasuransi yang sangat signifikan sudah mulai memperlihatkan bahwa industri mendukung kapasitas reasuransi dalam negeri,” terang dia. Sampai dengan akhir tahun AAUI menargetkan premi asuransi bisa tumbuh sekitar 13% namun dengan syarat, pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah bisa terealisasi.

”Kita targetkan premi sampai akhir tahun bisa tumbuh 13%, asalkan pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah tercapai dengan realisasi proyek-proyek pemerintah juga tercapai,” tandasnya.

Kunthi fahmar sandy
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
11 menit yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
40 menit yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
59 menit yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
1 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
1 jam yang lalu
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
2 jam yang lalu
Infografis
Misteri Batu Hidup yang...
Misteri Batu Hidup yang Tumbuh dan Bergerak Belum Terpecahkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved