Wall Street Berakhir Koreksi karena Sentimen China

Rabu, 26 Agustus 2015 - 08:55 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Koreksi karena Sentimen China
A A A
NEW YORK - Reli kuat di Wall Street menguap pada Selasa waktu setempat dan bursa saham berakhir dengan koreksi besar dipicu kekhawatiran tentang ekonomi China.

Dalam sesi perdagangan, indeks utama berubah negatif di menit akhir perdagangan setelah sebelumnya naik hampir 3%.

Investor mengalami kekhawatiran berlebih bahwa perlambatan ekonomi di China bisa memengaruhi pertumbuhan global, bahkan setelah Bank Sentral China (PBoC) memangkas suku bunga pada Selasa untuk kali kedua dalam dua bulan. Langkah itu dilakukan setelah bursa saham China merosot 8% pada Selasa, dari hari sebelumnya yang sudah anjlok 8,5%.

"Orang masih gugup tentang kondisi luar negeri dan mengenai apa yang mungkin terjadi malam ini," kata Manajer Portofolio di Kingsview Asset Management Paul Nolte, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (26/8/2015).

Penurunan Selasa diikuti kerugian curam pada Senin, ketika rata-rata industri Dow Jones turun lebih dari 1.000 poin dan indeks S&P 500 mencatat hari terburuknya sejak 2011. Dalam sepekan terakhir, S&P telah kehilangan 11%.

"Investor masih khawatir tentang pertumbuhan ekonomi dan pergeseran kebijakan Fed, dan dua faktor itu masih menjadi fokus," kata Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery Scott Mark Luschini.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 204,91 poin atau 1,29% menjadi berakhir pada 15.666,44; indeks S&P 500 kehilangan 25,59 poin atau 1,35% menjadi berakhir pada 1.867,62 dan Nasdaq Composite turun 19,76 poin atau 0,44% ke 4.506,49.

Sekitar 10,4 miliar saham yang diperdagangkan di bursa AS, jauh di atas rata-rata sepanjang bulan ini sebanyak 7,5 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
2 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
3 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
5 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
7 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
8 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
9 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved