Gubernur BI Lapor Kondisi Ekonomi RI Terkini ke Jokowi

Kamis, 27 Agustus 2015 - 14:59 WIB
Gubernur BI Lapor Kondisi...
Gubernur BI Lapor Kondisi Ekonomi RI Terkini ke Jokowi
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo hari ini menyambangi Kompleks Istana Kepresidenan untuk memberikan laporan kondisi terbaru ekonomi Indonesia kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), dari sisi moneter dan fiskal.

Dia menjelaskan bahwa saat ini perekonomian di Indonesia kondisinya lebih banyak dipengaruhi kekhawatiran akan Amerika Serikat (AS) menaikkan tingkat suku bunga, China yang melakukan devaluasi terhadap yuan, penurunan tingkat suku bunga Negeri Tirai Bambu, serta perlambatan yang terjadi pada perekonomian global.

"Jadi, itu berdampak terhadap Indonesia juga. Jadi kami lebih banyak melaporkan perkembangan ekonomi secara umum dan moneter secara umum," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Agus menjelaskan kepada mantan Wali Kota Solo tersebut bahwa koordinasi yang terjalin antara pemerintah dan BI telah terjalin baik, sehingga kebijakan yang diambil pun telah dilakukan secara tepat waktu dan terukur.

"Contohnya, BI akan melakukan terus menerbitkan kebijakan moneter yang hati-hati dan konsisten untuk membawa inflasi menuju sasaran. Sasarannya adalah 4±1% dan juga mengarah pada transaksi berjalan yang defisitnya lebih rendah," terang dia.

Selain itu, BI juga telah menerbitkan kebijakan makroprudensial guna meyakini walaupun kondisi makro ekonomi dijaga agar tetap stabil, namun pertumbuhan kredit harus bisa berjalan agar pembiayaan bagi ekonomi Indonesia bisa efisien.

"Tetapi juga dijelaskan tentang implementasi bagaimana kebijakan untuk mengelola utang luar negeri dunia usaha supaya bisa dilakukan dengna hati-hati, sehingga tidak ada risiko nilai tukar, likuiditas yang bisa menjadi ancaman bagi perusahaan," jelas Agus.

Dia melanjutkan, BI telah menerbitkan kebijakan untuk kewajiban penggunaan transaksi rupiah di dalam negeri, menjaga stabilitas di pasar valuta asing (valas) agar volatilitasnya dalam batas yang sehat

"Yang berikutnya adalah kami menyampaikan apresiasi karena kerjasama antara lembaga negara dengan pemerintah dan BI berjalan dengan baik dan itu kami jelaskan hasil daripada FKSSK dan apa-apa saja yang akan dilakukan secara bersinergi," pungkasnya.

(Baca: Paket Kebijakan Pemerintah Redam USD Masih Misteri)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uji Kelayakan jadi Deputi...
Uji Kelayakan jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jurus Juda Agung Selamatkan Ekonomi RI
Bos BI Ungkap 7 Jurus...
Bos BI Ungkap 7 Jurus Jaga Laju Ekonomi RI, QRIS Jadi Andalan
Ketua DPR Sudah Terima...
Ketua DPR Sudah Terima Surat dari Jokowi Berisi Nama Calon Gubernur BI, Siapa Calon Kuat?
Mata Uang RI Undervalue,...
Mata Uang RI Undervalue, Perry Warjiyo: Fundamental Ekonomi Kuat, Seharusnya Rupiah Stabil
Perry Warjiyo Beberkan...
Perry Warjiyo Beberkan Jurus BI dalam Menjaga Stabilitas dan Mendorong Ekonomi RI
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
6 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
6 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
7 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved