Harga Cengkeh di Sulut Tembus Rp95.000/Kg

Rabu, 02 September 2015 - 10:45 WIB
Harga Cengkeh di Sulut...
Harga Cengkeh di Sulut Tembus Rp95.000/Kg
A A A
MANADO - Petani cengkeh di Sulawesi Utara (Sulut) mulai sumringah, pasalnya harga salah satu komoditas pertanian andalan ini secara bertahap naik hingga Rp95.000 per kg. Namun, petani berharap harganya bisa tembus Rp100.000 per kg.

Sebelumnya, petani sempat kuatir harga cengkeh turun hingga Rp85.000 per kg. Seperti dikatakan salah satu petani cengkeh di Minahasa, Wempi Tampi. Menurutnya, kenaikan harga cengkeh ini memang menjadi kabar baik bagi petani. Pasalnya biaya pemetikan cengkeh naik dibanding tahun sebelumnya.

"Kalau empat tahun lalu harga cengkeh di Rp80.000 per kg tidak masalah, karena biaya pemetikan hanya Rp2.000 per liter. Tapi kalau saat ini sudah naik Rp3.500 per liter. Jadi kami harap harga harag cengkeh bisa di atas Rp100.000 supaya kami bisa dapat untung," jelasnya, Rabu (2/9/2015).

Dia mengatakan, biaya perawatan dalam satu hektare perkebunan cengkeh hingga pemetikan, petani harus mengeluarkan ongkos hingga puluhan juta rupiah. "Sebenarnya yang paling banyak pengeluraan masa penen, kalau panen satu ton saja mungkin ongkosnya sampai Rp20 juta sampai Rp25 juta," tuturnya.

Adapun harga pembelian ditingkat petani yang ada di Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa mencapai Rp91.000 per kg. Harga ini naik sekitar Rp4.000 per kg dari pembelian sebelumnya yang hanya Rp87.000 per kg.

Petani lainya, Joan Mokalu mengatakan, pemerintah perlu terus memamtau harga cengkeh. Sebab banyak petani yang terlanjur meminjam uang sebagai modal pemetikan.

"Jangan kira semua petani punya uang, banyak juga yang terpaksa harus meminjam karena biaya penen sudah mahal," paparnya.

Selain itu, kata dia, banyak dari hasil pemetikan yang digunakan petani membiayai sekolah anak-anak. "Saya harap pemerintah dapat berperan aktif menjaga harga cengkeh tidak turun lagi. Karena hasilnya kami gunakan untuk meyekolahkan anak-anak, juga mempekerjakan orang lain," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Didominasi Perempuan,...
Didominasi Perempuan, Pekerja di Industri Hasil Tembakau Mayoritas Jadi Tulang Punggung Keluarga
Cerita Paino, Kesejahteraan...
Cerita Paino, Kesejahteraan Meningkat hingga Kuliahkan Anak Berkat Bertani Tembakau
Festival Industri Tembakau...
Festival Industri Tembakau Garut 2020 Pacu Pemasaran Produk Hasil Tembakau
Warga Jember Tolak Hari...
Warga Jember Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Produk HPTL Meningkat,...
Produk HPTL Meningkat, Pemerintah Harus Tingkatkan Kajian Ilmiah
Berperan pada Program...
Berperan pada Program Asta Cita, Pemerintah Diminta Lindungi IHT
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved