Kurangi Impor Baja, Komponen Lokal Harus Ditingkatkan

Senin, 07 September 2015 - 09:30 WIB
Kurangi Impor Baja,...
Kurangi Impor Baja, Komponen Lokal Harus Ditingkatkan
A A A
JAKARTA - Pemerintah perlu mendorong dikuranginya impor baja, khususnya pada operator perusahaan pertambangan.

Jika peningkatan produk baja dalam negeri terus digenjot, kemandirian industri nasional akan terwujud. Direktur IPI (Indonesian People’s Institute) Yusuf Lakaseng mengatakan, pipa pengeboran minyak dalam ukuran tertentu sudah dapat diproduksi di dalam negeri dan tidak perlu mengimpor.

”Salah satu contoh adalah Chevron di Riau yang telah 20 tahun menggunakan pipa buatan dalam negeri. Hal ini patutdiberikanapresiasisebagai perusahaan asing yang taat peraturan,” katanya kemarin.

Dia mengimbau Kementerian ESDM agar lebih selektif dalam pemberian masterlist untuk barang impor pendukung eksplorasi dan produksi migas. Hasil penelitian Indonesian people’s Intstitute menunjukkan, regulasi terhadap industri dalam negeri sebenarnya sudah lengkap, hanya penegakan hukum terhadap peraturan ini yang masih sangat kurang.

”Seharusnya Direktorat Bea dan Cukai juga tegas dalam melakukan law enforcement terhadap pipa baja impor ini,” paparnya. Dia juga meminta Pertamina EP, yang merupakan perusahaan milik negara, menjadi contoh bagi operator minyak yang lain dalam hal penggunaan produksi dalam negeri.

”Sesuai kebijakan pemerintah, Menteri Perindustrian Saleh Husein telah mengirimkan surat edaran kepada menteri ESDM, SKK Migas, menteri BUMN untuk menggunakan produk nasional, khususnya pipa baja dalam negeri,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, penguatan industri hulu khususnya sektor baja akan mengurangi ketergantungan impor bahan baku.

”Industri baja adalah industri strategis. Tanpa industri baja, Indonesia akan sangat bergantung pada barang- barang impor terutama untuk infrastruktur. Kalau infrastruktur tergantung impor, maka kemandirian negara akan sangat rentan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (4/9).

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian berupaya memperkuat industri hulu baja di dalam negeri guna memenuhi kebutuhan baja untuk industri lokal dan mengurangi impor bahan baku baja dari luar negeri.

Saat ini, lanjut Putu, pihaknya tengah menyiapkan kebijakan pembangunan industri baja hilir setelah Kementerian Keuangan menyatakan telah menandatangani beleid kenaikan tarif bea masuk most favourable nations dari 0%-5% menjadi maksimal 15%. ”Dikeluarkannya kebijakan ini untuk membangun keseimbangan industri baja dalam negeri,” ujar Putu.

Hatim varabi
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
57 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
13 jam yang lalu
Infografis
1.525 Tentara Lapis...
1.525 Tentara Lapis Baja Israel Tuntut Diakhirinya Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved