Broker Asing Juga Pernah Terindikasi Nakal pada 2008

Selasa, 08 September 2015 - 11:52 WIB
Broker Asing Juga Pernah...
Broker Asing Juga Pernah Terindikasi Nakal pada 2008
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT MNC Securities Susy Meilina mengatakan, tidak hanya saat ini broker asing dicurigai memainkan saham di pasar modal Tanah Air, tapi juga terjadi pada 2008.

Saat situasi krisis tersebut, para perusahaan efek dari luar negeri terindikasi melakukan pelanggaran transaksi short selling.

Namun, Susy menjelaskan, hal itu tidak terbukti karena barang yang dijual ada di Bank Kustodian. "Tahun 2008 pernah seperti ini, perusahaan asing terindikasi, tapi malah terbukti barangnya ada di Kustodian, tidak melanggar," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Dia menyampaikan, investor yang dicurigai lebih kepada institusi. Kendati demikian, memang mereka boleh menyimpan barangnya di Bank Kustodian.

"Bukan berarti barangnya tidak ada. Mereka barangnya di Bank Kustodian, institusi boleh simpan di sana kalau di perusahaan efek," jelas Susy.

Sementara lima perusahaan efek yang sebelumnya dicurgai melakukan pelanggaran short selling tidak terbukti.

"Jadi tidak terbukti indikasi penurunan indeks dua minggu lalu karena ada short sell," pungkasnya.

Sementara Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang menyampaikan, aksi pelanggaran terkait short selling terjadi di Indonesia kali pertama pada 1990-an.

Dia menjelaskan, hal tersebut terjadi karena sistem di bursa belum canggih, sehingga memungkinkan para broker nakal beraksi memainkan saham.

"Pernah ada yang terbukti, tapi sudah lama, tahun 90-an. Kalau praktik pelanggaran sudah ada sejak 80-an," ujarnya.

Saat ini, menurut Edwin, sistem di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah terbilang canggih, sehingga praktik pelanggaran sulit dilakukan dan dibuktikan.

Dia menambahkan, peraturan ketat baru dibuat oleh otoritas bursa beberapa tahun lalu untuk mengantisipasi adanya broker nakal di pasar saham Indonesia.

"Peraturannya dibuat sekitar empat tahun lalu," pungkasnya.

(Baca: OJK Selidiki Broker Nakal Mainkan Saham)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Para Investor Pemula?...
Para Investor Pemula? Simak Tips Memilih Saham Berikut Ini
ERAA Bagikan Dividen...
ERAA Bagikan Dividen Tahun Buku 2021 Rp362,48 Miliar
IPO Menjadi Pintu Masuk...
IPO Menjadi Pintu Masuk Lambungkan Kekayaan Miliarder Dunia
Majoris Asset Management...
Majoris Asset Management dan Istiqlal Global Fund Luncurkan Wakaf Saham Istiqlal
Sekolah Pasar Modal...
Sekolah Pasar Modal untuk Edukasi Investasi Saham Timnas Indonesia U-20
FOREXimf Bermitra dengan...
FOREXimf Bermitra dengan Rizki Aditama agar Trader Indonesia Lebih Cerdas
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
9 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
27 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved