Banggar DPR Kesal Penyerapan APBN Lambat

Selasa, 08 September 2015 - 13:00 WIB
Banggar DPR Kesal Penyerapan...
Banggar DPR Kesal Penyerapan APBN Lambat
A A A
JAKARTA - Ketua Badan Anggaran DPR (Banggar) DPR RI Ahmadi Noor Supit merasa tidak habis pikir soal lambatnya penyerapan APBN 2015 yang dilakukan kementerian dan lembaga kabinet kerja Joko Widodo (Jokowi). Hampir Rp2.000 triliun dana tersebut belum terserap.

Bahkan untuk saat ini, rata-rata untuk Kementerian di bawah Kementerian Koordinator bidang Perekonomian baru 34,7% yang baru terserap.

"Ini uang rakyat lho. Dari setiap dana APBN yang disahkan setiap tahunnya ini adalah uang rakyat. Masa ya Rp2000 triliun enggak pengaruh ke kemiskinan dan pengangguran," kata dia heran saat Rapat Kerja RUU APBN 2016 di Gedung Banggar DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Keheranannya berubah menjadi kekesalan ketika menyampaikan data bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia memiliki kualitas buruk meski realisasinya menempati posisi kedua di dunia. Supit mengatakan, kondisi ini berbeda jauh dengan saat orde baru.

"Pertumbuhan ekonomi kita memang nomor dua di dunia, tapi kualitasnya jelek sekali. Saat Orde Baru, setiap 1% pertumbuhan, ada 400-700 ribu lapangan kerja. Tapi sekarang saat zaman Bu Armida (Kepala Bappenas sebelumnya) hanya 120 ribu, lalu ada perbaikan 220 ribu lapangan kerja," terangnya.

Dia menilai, kualitas pertumbuhan ekonomi buruk karena selama ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga, bukan investasi. Dia berharap, pemerintah Jokowi dapat memperbaiki sumber pertumbuhan ekonomi tersebut. Salah satunya memacu penyerapan anggaran, termasuk percepatan pencairan dan penggunaan dana desa.

"Padahal, belum pernah ada APBN membiayai provinsi dan kabupaten. Dan ini sebenarnya sangat bagus, tapi penyerapannya justru masih jelek, belum berdampak apa-apa ke rakyat. Uang desa harus cair dan jangan ribet pelaksanaannya," tegasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Kemendagri dan BKKBN...
Kemendagri dan BKKBN Bahas Implementasi Anggaran DAK KB 2025
Lelet Serap Anggaran,...
Lelet Serap Anggaran, Banyak Kementerian Kembalikan Anggaran ke Purbaya
9 Kementerian dengan...
9 Kementerian dengan Anggaran Terbesar di 2024, Ada yang Dapat Ratusan Triliun
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Ini Kerangka Rancangan...
Ini Kerangka Rancangan APBN 2021
Berita Terkini
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
18 menit yang lalu
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
28 menit yang lalu
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
1 jam yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
2 jam yang lalu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
2 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved