2.700 Aturan Sebabkan Ekonomi Biaya Tinggi

Rabu, 09 September 2015 - 10:17 WIB
2.700 Aturan Sebabkan...
2.700 Aturan Sebabkan Ekonomi Biaya Tinggi
A A A
JAKARTA - Pemerintah menemukan 2.700 peraturan di tingkat pusat, dari undangundang hingga peraturan pemerintah, yang dianggap membebani perekonomian.

Sebagai langkah awal, pemerintah akan menderegulasi 154 peraturan yang menghambat ekonomi. Ini merupakan bagian dari proses deregulasi besar- besaran seiring dikeluarkannya paket kebijakan ekonomi pemerintah yang diumumkan hari ini.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Sofyan Djalil mengatakan, deregulasi ribuan peraturan yang menghambat laju pembangunan itu umum dilakukan di negara-negara lain.

”Karena itu, kita bikin tim untuk restrukturisasi dan reformasi berbagai aturan. Yang dikerjakan oleh Menko (Bidang Perekonomian) deregulasi itu masih bagian kecil,” ujar Sofyan di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (7/9) malam. Dia mencontohkan banyaknya peraturan terutama di bidang ekonomi salah satunya bisa ditemukan di Korea Selatan (Korsel).

Namun, Negeri Ginseng itu termasuk yang berhasil menyinkronisasi aturan yang tidak perlu hingga 47% dalam jangka waktu satu tahun. ”Kalau di sini targetnya nanti kita rumuskan,” ucapnya. Sofyan mengatakan, Bappenas akan membentuk sebuah komite tingkat tinggi yang akan mereviu ribuan aturan tersebut, termasuk bersama kementerian/- lembaga(K/L). Nantinya masingmasing K/L akan dibebani target untuk memangkas aturan yang menghambat.

”Nanti akan dilihat aturan yang berkonflik, redundant, yang enggak dipakai lagi, dan lain-lain,” ucapnya. Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, paket kebijakan ekonomi pemerintah akan dikeluarkan hari ini. Salah satu isi dari paket kebijakan tersebut adalah deregulasi terhadap 154 aturan yang menghambat ekonomi di sektor perdagangan dan industri.

Rahmat fiansyah
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
49 menit yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
2 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
2 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
2 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved