IHSG Rentan Balik Arah Melemah, Cermati Saham Ini
Kamis, 10 September 2015 - 08:10 WIB
IHSG Rentan Balik Arah Melemah, Cermati Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih rentan pembalikan arah melemah karena masih minimnya sentimen positif di pasar.
"IHSG masih ada utang gap di level 4.237-4.295, sehingga rentan terjadinya pembalikan arah jika sentimen yang ada kurang memberikan sentimen positif. Meski kami berharap penguatan dapat berlanjut, namun tetap mewaspadai adanya sentimen yang dapat berimbas negatif pada laju IHSG," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, Kamis (10/9/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.300-4.326 dan resisten 4.376-4.388. Laju IHSG kemarin di atas area target support 4.250-4.285, namun masih di bawah target resisten 4.385-4.410.
Laju IHSG mampu melanjutkan kenaikan seiring meningkatnya aksi beli pelaku pasar. Imbas kenaikan pasar saham Amerika Serikat (AS) yang juga berimbas pada laju pasar saham Asia memberikan sentimen positif pada laju IHSG.
Pelaku pasar pun memanfaatkan sentimen tersebut untuk kembali masuk dan penguatan lanjutan pun kembali terjadi, sehingga mampu membuat IHSG bertahan di zona hijaunya.
Mayoritas sektor mengalami kenaikan, namun sektor infrastruktur mendekam di zona merah seiring merosotnya kembali saham PGAS, TBIG, GIAA, dan CMNP yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di sektor tersebut.
Adanya anggapan bahwa kenaikan disebabkan karena jelang rilis paket stimulus, dia menilai sebaliknya, di mana pengumuman tersebut belum memberikan dampak positif secara signifikan dan lagipula diumumkan setelah market tutup.
"Laju rupiah yang kembali menguat di atas perkiraan kami mampu mengimbangi masih jualannya asing. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp713,62 miliar menjadi net sell Rp428,41 miliar," ujarnya.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp279-Rp305. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp280.
PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp175-Rp215. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp190.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp8.775-Rp9.700. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp8.900.
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp17.200-Rp17.450. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp17.225.
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp696-Rp765. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp700.
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp520-Rp555. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp520.
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.225-Rp2.410. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.365.
"IHSG masih ada utang gap di level 4.237-4.295, sehingga rentan terjadinya pembalikan arah jika sentimen yang ada kurang memberikan sentimen positif. Meski kami berharap penguatan dapat berlanjut, namun tetap mewaspadai adanya sentimen yang dapat berimbas negatif pada laju IHSG," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, Kamis (10/9/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.300-4.326 dan resisten 4.376-4.388. Laju IHSG kemarin di atas area target support 4.250-4.285, namun masih di bawah target resisten 4.385-4.410.
Laju IHSG mampu melanjutkan kenaikan seiring meningkatnya aksi beli pelaku pasar. Imbas kenaikan pasar saham Amerika Serikat (AS) yang juga berimbas pada laju pasar saham Asia memberikan sentimen positif pada laju IHSG.
Pelaku pasar pun memanfaatkan sentimen tersebut untuk kembali masuk dan penguatan lanjutan pun kembali terjadi, sehingga mampu membuat IHSG bertahan di zona hijaunya.
Mayoritas sektor mengalami kenaikan, namun sektor infrastruktur mendekam di zona merah seiring merosotnya kembali saham PGAS, TBIG, GIAA, dan CMNP yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di sektor tersebut.
Adanya anggapan bahwa kenaikan disebabkan karena jelang rilis paket stimulus, dia menilai sebaliknya, di mana pengumuman tersebut belum memberikan dampak positif secara signifikan dan lagipula diumumkan setelah market tutup.
"Laju rupiah yang kembali menguat di atas perkiraan kami mampu mengimbangi masih jualannya asing. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp713,62 miliar menjadi net sell Rp428,41 miliar," ujarnya.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp279-Rp305. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp280.
PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp175-Rp215. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp190.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp8.775-Rp9.700. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp8.900.
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp17.200-Rp17.450. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp17.225.
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp696-Rp765. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp700.
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp520-Rp555. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp520.
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.225-Rp2.410. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.365.
(rna)
Lihat Juga :