Rupiah Melemah, Kesenjangan Kian Melebar

Kamis, 10 September 2015 - 11:27 WIB
Rupiah Melemah, Kesenjangan...
Rupiah Melemah, Kesenjangan Kian Melebar
A A A
PALEMBANG - Pelemahan rupiah membuat masyarakat ekonomi lemah semakin tertinggal. Kesenjangan semakin melebar karena daya beli melemah, harga melambung tinggi, dan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terjadi di berbagai daerah.

"Pangan pun kita juga impor, banyak industri tutup, banyak PHK, biaya hidup meningkat," ujar Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dalam pidato politiknya di deklarasi Partai Perindo Sumatera Selatan, kemarin.

Dia menggambarkan kesenjangan yang terjadi di Indonesia bisa terlihat dari dominasi uang yang tersimpan di bank, yakni hanya sekitar 200.000 orang. "Pengelolaan ekonomi selama ini hanya menyentuh masyarakat menengah atas," katanya.

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), per Juli 2015 total nilai simpanan mencapai Rp4.415.36 triliun. Simpanan tersebut mencakup giro, tabungan, deposit on call, deposito dan sertifikat deposito. Dari total nilai simpanan tersebut, sekitar 56,5% dimiliki oleh 216.762 pemilik rekening. Nilai setiap rekening tersebut di atas Rp2 miliar.

Kelompok tersebut sama dengan 0,12% dari total pemilik rekening di Indonesia. Sementara 99,87% atau mayoritas pemilik rekening di Indonesia yang jumlahnya 166.947.324, nilainya hanya mencapai Rp1.919,27 triliun atau setara 43,5% total simpanan di Indonesia.

Dia mengatakan, hal tersebut disebabkan pengelolan ekonomi Indonesia tidak maksimal. Pertumbuhan terkonsentrasi pada kelompok tertentu. "Di Indonesia yang kaya makin banyak, tapi yang miskin makin ketinggalan. Dulu ketinggalannya tidak kelihatan karena kita swasembada. Memasuki 1998 baru melejit, mulai terasa," tuturnya.

Ekonomi memang tumbuh tetapi tidak menyentuh semua lapisan masyarakat. Akibatnya, angka gini ratio semakin melebar. Per 2013, rasio gini mencapai 0,413, jauh lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni ada 2009 (0,37), 2010 (0,38), 2011 (0,41) dan 2013 (0,41). Semakin tinggi angka rasio gini, semakin lebar kesenjangan yang terjadi.

Pria asal Jawa Timur itu mengatakan, hal itulah yang menjadi fokus perjuangan Partai Perindo. Yakni mempersempit kesenjangan, dan mendorong masyarakat bawah untuk menjadi sejahtera. Dengan demikian lebih banyak penggerak ekonomi di Indonesia

Dia mencontohkan, selama ini UMKM, petani, nelayan, buruh terkendala mengakses modal. Bukan hanya susah, tetapi juga mahal. Selain itu, mereka juga kurang keterampilan dan membutuhkan proteksi, terutama dari perdagangan bebas.

Kompleksitas permasalahan bangsa yang luar biasa, lanjut HT, harus dihadapi bersama. Basis perjuangan Partai Perindo spesifik yaitu memperjuangkan kesejahteraan masyarakat ekonomi lemah.

"Perindo berjuang bersama dengan partai lain sehingga membuat Indonesia lebih cepat maju," ungkapnya.

Untuk itu, CEO MNC Group ini menginstruksikan kepada seluruh kader untuk berjuang sekuat tenaga all out. Membuat organisasi yang mengakar hingga ke tingkat TPS, agar Partai Perindo lebih dekat dan melayani rakyat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat Ditopang...
Rupiah Menguat Ditopang Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi RI
Jika Rupiah Tembus Rp20...
Jika Rupiah Tembus Rp20 Ribu, Akademisi Proyeksikan Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3%
Rupiah Betah Nangkring...
Rupiah Betah Nangkring di Atas Rp16.200, Ekonomi RI dalam Ancaman
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,4%, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.894
Inflasi Terkendali,...
Inflasi Terkendali, Rupiah Stabil: Pemerintah Jaga Kepercayaan Investor
Mata Uang RI Undervalue,...
Mata Uang RI Undervalue, Perry Warjiyo: Fundamental Ekonomi Kuat, Seharusnya Rupiah Stabil
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved