Pasar Saham Sudah Antisipasi Keputusan The Fed
Rabu, 16 September 2015 - 11:03 WIB
Pasar Saham Sudah Antisipasi Keputusan The Fed
A
A
A
JAKARTA - Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan mengungkapkan pasar saham sudah melakukan beberapa antisipasi untuk menghadapi kepastian suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan ini.
"Ketidakpastian The Fed secara pribadi sudah ter-price in selama ini. Pasar sudah antisipasi dan pricing itu. Isu ini sudah dari sekian lama berbulan-bulan," ujarnya di Jakarta, Rabu (16/9/2015).
Sementara itu, dia menjelaskan, terjadinya penurunan transaksi harian di bursa saham Tanah Air akibat adanya sentimen dari global yang menunggu aktivitas dan kebijakan beberapa negara.
"Kalau turun transaksi asing karena faktor global. Satu hal kita tahu semua menunggu kepastian berapa negara, aktivitas dan kebijakannya," jelas Nicky.
Dia menyampaikan, khusus investor lokal masih memperhatikan sentimen berupa indikator makro di dalam negeri, terutama pada fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
BEI optimistis transaksi akan kembali bergairah karena jumlah investor lokal yang melakukan aktivitas perdagangan masih cukup banyak.
"Kita optimis pasti akan membaik. Anda tahu saat ini transaksi menurun, tapi transaksi oleh investor lokal tetap besar sekitar 55%," pungkasnya.
(Baca: BEI: 10 Emiten Ajak Karyawannya Jadi Investor Saham)
"Ketidakpastian The Fed secara pribadi sudah ter-price in selama ini. Pasar sudah antisipasi dan pricing itu. Isu ini sudah dari sekian lama berbulan-bulan," ujarnya di Jakarta, Rabu (16/9/2015).
Sementara itu, dia menjelaskan, terjadinya penurunan transaksi harian di bursa saham Tanah Air akibat adanya sentimen dari global yang menunggu aktivitas dan kebijakan beberapa negara.
"Kalau turun transaksi asing karena faktor global. Satu hal kita tahu semua menunggu kepastian berapa negara, aktivitas dan kebijakannya," jelas Nicky.
Dia menyampaikan, khusus investor lokal masih memperhatikan sentimen berupa indikator makro di dalam negeri, terutama pada fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
BEI optimistis transaksi akan kembali bergairah karena jumlah investor lokal yang melakukan aktivitas perdagangan masih cukup banyak.
"Kita optimis pasti akan membaik. Anda tahu saat ini transaksi menurun, tapi transaksi oleh investor lokal tetap besar sekitar 55%," pungkasnya.
(Baca: BEI: 10 Emiten Ajak Karyawannya Jadi Investor Saham)
(rna)
Lihat Juga :