Bursa China Naik Tajam, IHSG Berakhir Minus
Rabu, 16 September 2015 - 16:20 WIB
Bursa China Naik Tajam, IHSG Berakhir Minus
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pertengahan pekan ini ditutup kebakaran di tengah bursa China yang naik tajam. IHSG minus 14,65 poin atau 0,34% ke level 4.332,51.
IHSG pagi tadi dibuka balik arah positif didukung bursa global. IHSG terkerek 13,03 poin atau 30% ke level 4.360,19 dan pada akhir sesi I terpleset ke level 4.340.
IHSG kemarin ditutup memburuk pascarilis neraca perdagangan Agustus dan melemahnya semua sektor saham. IHSG tergerus 43,21 poin atau 0,98% ke level 4.347,16.
Pelemahan itu di sejalan dengan negatifnya mayoritas bursa Asia. Sementara hari ini, bursa utama Asia ditutup menguat semua.
Bursa saham China melonjak hampir 5% pada Rabu, di diduga karena intervensi pemerintah. Aksi pembelian saham sebelum pasar tutup membantu untuk mencegah kerugian.
Dikutip dari Reuters, sebuah lonjakan di menit terakhir perdagangan merupakan fenomena umum yang ditafsirkan sebagai intervensi pemerintah untuk mendongkrak indeks sebelum bel penutupan.
Beijing berusaha untuk menopang pasar sahamnya yang telah jatuh sekitar 40% sejak pertengahan Juni, dengan membentuk tim nasional, yang terdiri atas bank, manajer investasi dan broker untuk membeli saham.
Regulator juga telah memperketat kontrol atas bursa saham dan pasar mata uang untuk memadamkan volatilitas dan membasmi perdagangan berbahaya.
Adapun, indeks Shanghai melonjak 147,09 poin atau 4,89% ke 3.152,26; indeks Hang Seng menguat 511,43 poin atau 2,38% ke 21.966,66; indeks Strait Times naik 30,54 poin atau 1,09% ke 2.873,93 dan indeks Nikkei menguat 145,12 poin atau 0,81% ke 18.171,60.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,49 triliun dengan 5,09 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp369,29 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,41 triliun dan aksi beli Rp1,04 triliun. Tercatat 131 saham menguat, 145 saham melemah dan 92 saham stagnan.
Sektor saham hari ini berakhir variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah perkebunan yang naik 0,58%. Sedangkan yang melemah terdalam sektor industri dasar, terkoreksi 1,58%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp65 menjadi Rp2.470, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp25 menjadi Rp8.150 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp70 menjadi Rp2.690.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp100 menjadi Rp5.925, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp120 menjadi Rp3.500 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk Tbk (AMFG) melemah Rp50 menjadi Rp5.900.
(Baca: Asia Menghijau, IHSG Sesi I Terpleset)
IHSG pagi tadi dibuka balik arah positif didukung bursa global. IHSG terkerek 13,03 poin atau 30% ke level 4.360,19 dan pada akhir sesi I terpleset ke level 4.340.
IHSG kemarin ditutup memburuk pascarilis neraca perdagangan Agustus dan melemahnya semua sektor saham. IHSG tergerus 43,21 poin atau 0,98% ke level 4.347,16.
Pelemahan itu di sejalan dengan negatifnya mayoritas bursa Asia. Sementara hari ini, bursa utama Asia ditutup menguat semua.
Bursa saham China melonjak hampir 5% pada Rabu, di diduga karena intervensi pemerintah. Aksi pembelian saham sebelum pasar tutup membantu untuk mencegah kerugian.
Dikutip dari Reuters, sebuah lonjakan di menit terakhir perdagangan merupakan fenomena umum yang ditafsirkan sebagai intervensi pemerintah untuk mendongkrak indeks sebelum bel penutupan.
Beijing berusaha untuk menopang pasar sahamnya yang telah jatuh sekitar 40% sejak pertengahan Juni, dengan membentuk tim nasional, yang terdiri atas bank, manajer investasi dan broker untuk membeli saham.
Regulator juga telah memperketat kontrol atas bursa saham dan pasar mata uang untuk memadamkan volatilitas dan membasmi perdagangan berbahaya.
Adapun, indeks Shanghai melonjak 147,09 poin atau 4,89% ke 3.152,26; indeks Hang Seng menguat 511,43 poin atau 2,38% ke 21.966,66; indeks Strait Times naik 30,54 poin atau 1,09% ke 2.873,93 dan indeks Nikkei menguat 145,12 poin atau 0,81% ke 18.171,60.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,49 triliun dengan 5,09 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp369,29 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,41 triliun dan aksi beli Rp1,04 triliun. Tercatat 131 saham menguat, 145 saham melemah dan 92 saham stagnan.
Sektor saham hari ini berakhir variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah perkebunan yang naik 0,58%. Sedangkan yang melemah terdalam sektor industri dasar, terkoreksi 1,58%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp65 menjadi Rp2.470, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp25 menjadi Rp8.150 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp70 menjadi Rp2.690.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp100 menjadi Rp5.925, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp120 menjadi Rp3.500 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk Tbk (AMFG) melemah Rp50 menjadi Rp5.900.
(Baca: Asia Menghijau, IHSG Sesi I Terpleset)
(rna)
Lihat Juga :