Tarif Cukai Terus Naik, Industri Hengkang ke Luar Negeri

Rabu, 16 September 2015 - 21:48 WIB
Tarif Cukai Terus Naik,...
Tarif Cukai Terus Naik, Industri Hengkang ke Luar Negeri
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Yustinus Prastowo mengemukakan, kebijakan tarif cukai telah memberatkan berbagai pelaku usaha bukan hanya industri rokok. Meskipun dari sisi tarif masih sesuai dengan undang-undang yang berlaku, namun kebijakan tersebut membuat banyak pelaku industri memilih hengkang ke luar negeri.

"Dari sisi tarif masih sesuai UU, tapi kenaikan target penerimaan cukai yang terlalu tinggi dari pemerintah dinilai sangat memberatkan‎," ujarnya ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Rabu (16/9/2015)

Dia menuturkan pada 2015, ada kenaikan target cukai sebesar Rp18 triliun dan tahun depan rencananya naik lagi Rp10 triliun hanya untuk cukai. "Maka dengan kenaikan yang eksesif ini, sebaiknya dihindari pemerintah agar kebijakannya tidak kontraproduktif terhadap industri kita," tegasnya.

Saat ini, industri di Indonesia, sudah mulai membuka usahanya di negara lain. Lantaran cukai di beberapa negara tetangga khususnya di Asia Tenggara tidak terlalu memberatkan seperti di Indonesia meskipun dari segi tarif pajak tidak terlalu berbeda.

"Tarif pajak kita dibanding Vietnam misalnya, tidak jauh beda. Tapi aspek-aspek lain seperti fasilitas pajak, kepastian hukum, dan upah buruh berpengaruh‎. Jadi itu yang membuat berbeda dengan Indonesia," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Tekstil Ade Sudrajat. Dia mengakui bahwa kebijakan cukai di Indonesia bisa membuat bangkrut industri di Indonesia. Tidak hanya industri rokok.

Sehingga, mulai banyak industri-industri dalam negeri yang membuka usaha di luar sana khususnya di negara Asia Tenggara. "Angkanya dan oknumnya tidak bisa saya sebutkan, tapi nampaknya mereka lebih nyaman berusaha atau buka industri di sana, contohnya Vietnam. Di sana enggak terlalu berbelit-belit. Bea masuk, bea keluar tidak diatur dan cukainya tidak terlalu jauh dengan tarif cukai kita. Jadi mereka lebih nyaman buka industri di sana," pungkasnya.

Baca juga:

Saleh Husin Janji Lobi Menkeu soal Tarif Cukai Rokok

Kenaikan Cukai Tembakau Eksesif Pendorong Utama PHK Massal
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Resmi Menaikkan...
Pemerintah Resmi Menaikkan Cukai Rokok 10 Persen untuk Tahun Depan
DJBC Sulawesi Bagian...
DJBC Sulawesi Bagian Selatan Ikut Meriahkan Hari Bea Cukai ke-75
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Gaji dan Tunjangan Pegawai...
Gaji dan Tunjangan Pegawai Bea Cukai Berbagai Golongan, Ada Sampai Puluhan Juta Sebulan
Pelayanan Bea dan Cukai...
Pelayanan Bea dan Cukai Dipastikan Tetap Lancar Meski Gunakan Sistem Manual
Sebut Netizen Babu dan...
Sebut Netizen Babu dan Bacot, Pegawai Bea Cukai Ini Kena Sanksi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
6 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
8 jam yang lalu
Infografis
PPN Naik Jadi 12%, Masyarakat...
PPN Naik Jadi 12%, Masyarakat Beralih ke Frugal Living
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved