Dirut Mansek: Efek Fed Rate Bisa Cuma Sehari
Kamis, 17 September 2015 - 16:42 WIB
Dirut Mansek: Efek Fed Rate Bisa Cuma Sehari
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) Mandiri Sekuritas (Mansek) Abiprayadi Riyanto mengatakan, efek keputusan penetapan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (Fed rate) hanya jangka pendek, bahkan kemungkinan sehari.
"Efeknya keputusan suku bunga The Fed itu jangka pendek, bisa cuma sehari," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/9/2015).
Menurut dia, efek kenaikan Fed rate terhadap IHSG dan imbal hasil obligasi sudah diperhitungkan oleh pelaku pasar jauh-jauh hari.
Naiknya suku bunga The Fed akan menekan imbal hasil efek di dalam negeri, sehingga memicu larinya dana asing dari dalam negeri ke Amerika. Jika dana asing keluar dari pasar saham Indonesia maka IHSG akan tertekan.
Karena itu, Abi menjelaskan, untuk mengantisipasi sentimen yang hanya bersifat jangka pendek diperlukan investasi jangka panjang.
"Investasi jangka panjang seperti reksa dana saham bisa mengeliminasi fluktuasi jangka pendek," ujar dia.
Kendati demikian, dia berharap suku bunga The Fed tetap berada di level rendah, 0,25%.
Sementara mengenai fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) saat ini imbasnya kepada industri reksa dana, menurut dia, tidak berpengaruh. Pasalnya, reksa dana merupakan investasi jangka panjang.
"Reksa dana tidak apa-apa karena jangka panjang," pungkasnya.
(Baca: Porsi Investasi Reksa Dana RI Ketinggalan dari Malaysia)
"Efeknya keputusan suku bunga The Fed itu jangka pendek, bisa cuma sehari," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/9/2015).
Menurut dia, efek kenaikan Fed rate terhadap IHSG dan imbal hasil obligasi sudah diperhitungkan oleh pelaku pasar jauh-jauh hari.
Naiknya suku bunga The Fed akan menekan imbal hasil efek di dalam negeri, sehingga memicu larinya dana asing dari dalam negeri ke Amerika. Jika dana asing keluar dari pasar saham Indonesia maka IHSG akan tertekan.
Karena itu, Abi menjelaskan, untuk mengantisipasi sentimen yang hanya bersifat jangka pendek diperlukan investasi jangka panjang.
"Investasi jangka panjang seperti reksa dana saham bisa mengeliminasi fluktuasi jangka pendek," ujar dia.
Kendati demikian, dia berharap suku bunga The Fed tetap berada di level rendah, 0,25%.
Sementara mengenai fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) saat ini imbasnya kepada industri reksa dana, menurut dia, tidak berpengaruh. Pasalnya, reksa dana merupakan investasi jangka panjang.
"Reksa dana tidak apa-apa karena jangka panjang," pungkasnya.
(Baca: Porsi Investasi Reksa Dana RI Ketinggalan dari Malaysia)
(rna)
Lihat Juga :