The Fed Diperkirakan Naikkan Suku Bunga pada Desember
Jum'at, 18 September 2015 - 11:20 WIB
The Fed Diperkirakan Naikkan Suku Bunga pada Desember
A
A
A
WASHINGTON - Gubernur Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan (Fed rate) pada Desember 2015. Pasalnya, sebagian besar para pembuat kebijakan The Fed berharap suku bunga naik tahun ini.
The Fed pada Kamis waktu setempat memilih mempertahankan suku bunga mendekati nol karena ketidakpastian baru tentang prospek luar negeri dan gejolak pasar keuangan selama bulan lalu.
"Saya tidak ingin bermain berlebihan terhadap implikasi dari perkembangan terakhir, di mana fundamental belum mengubah pandangan kita" katanya, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (18/9/2015).
Pendekatan Yellen memiliki paralel dengan strategi mantan Gubernur Fed sebelumnya, Ben S. Bernanke pada 2013. Karena ketidakpastian terhadap prospek pertumbuhan, Bernanke menunda melakukan pemangkasan stimulus pada bulan September sebelum memutuskan untuk melakukannya pada Desember.
Sama seperti hari ini, banyak pertimbangan yang dilakukan Fed, terutama terkait perkembangan di pasar negara berkembang. Kepala Ekonom di Societe Generale Aneta Markowska mengatakan, hari ini banyak cara yang sejalan dengan 2013, menunjuk pelemahan fiskal yang akan datang dan kekhawatiran pasar negara berkembang.
"Jika semua diselesaikan pada Desember, harapan saya adalah data harus mendukung kenaikan suku bunga," ujar dia.
Investor akan mendapatkan lebih banyak petunjuk ketika Yellen berbicara pada 24 September di Amherst, Massachusetts. Sementara pedagang di pasar dana berjangka Federal juga memperkirakan kenaikan suku bunga akan dilakukan pada Desember. Suku bunga The Fed yang efektif rata-rata 0,375%.
"Ketika mereka tidak melakukan saat itu, saya pikir ada keinginan kuat bahwa mereka akan melakukannya pada bulan Desember," kata Kepala Ekonom di JPMorgan Chase & Co Michael Feroli.
Seperti diketahui, Yellen sebelumnya mengatakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) membahas kemungkinan menaikkan suku pada pertemuan pekan ini, tetapi ternyata memutuskan untuk tidak melakukannya karena ketidakpastian yang tinggi dari luar negeri dan rendahnya suku bunga diharapkan dapat memperbaiki inflasi.
"Komite dinilai tepat untuk menunggu lebih banyak bukti, termasuk beberapa perbaikan lebih lanjut dalam pasar tenaga kerja untuk meningkatkan rasa percaya diri bahwa inflasi akan meningkat menjadi 2% dalam jangka menengah," katanya.
Perlambatan pertumbuhan ekonomi di China telah mempengaruhi seluruh dunia, terutama negara-negara penghasil komoditas. Di AS, pejabat Fed juga bergulat dengan tingkat inflasi yang masih terlalu rendah, naik hanya 0,3% selama 12 bulan yang berakhir Juli lalu.
(Baca: The Fed Kembali Tunda Naikkan Suku Bunga)
The Fed pada Kamis waktu setempat memilih mempertahankan suku bunga mendekati nol karena ketidakpastian baru tentang prospek luar negeri dan gejolak pasar keuangan selama bulan lalu.
"Saya tidak ingin bermain berlebihan terhadap implikasi dari perkembangan terakhir, di mana fundamental belum mengubah pandangan kita" katanya, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (18/9/2015).
Pendekatan Yellen memiliki paralel dengan strategi mantan Gubernur Fed sebelumnya, Ben S. Bernanke pada 2013. Karena ketidakpastian terhadap prospek pertumbuhan, Bernanke menunda melakukan pemangkasan stimulus pada bulan September sebelum memutuskan untuk melakukannya pada Desember.
Sama seperti hari ini, banyak pertimbangan yang dilakukan Fed, terutama terkait perkembangan di pasar negara berkembang. Kepala Ekonom di Societe Generale Aneta Markowska mengatakan, hari ini banyak cara yang sejalan dengan 2013, menunjuk pelemahan fiskal yang akan datang dan kekhawatiran pasar negara berkembang.
"Jika semua diselesaikan pada Desember, harapan saya adalah data harus mendukung kenaikan suku bunga," ujar dia.
Investor akan mendapatkan lebih banyak petunjuk ketika Yellen berbicara pada 24 September di Amherst, Massachusetts. Sementara pedagang di pasar dana berjangka Federal juga memperkirakan kenaikan suku bunga akan dilakukan pada Desember. Suku bunga The Fed yang efektif rata-rata 0,375%.
"Ketika mereka tidak melakukan saat itu, saya pikir ada keinginan kuat bahwa mereka akan melakukannya pada bulan Desember," kata Kepala Ekonom di JPMorgan Chase & Co Michael Feroli.
Seperti diketahui, Yellen sebelumnya mengatakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) membahas kemungkinan menaikkan suku pada pertemuan pekan ini, tetapi ternyata memutuskan untuk tidak melakukannya karena ketidakpastian yang tinggi dari luar negeri dan rendahnya suku bunga diharapkan dapat memperbaiki inflasi.
"Komite dinilai tepat untuk menunggu lebih banyak bukti, termasuk beberapa perbaikan lebih lanjut dalam pasar tenaga kerja untuk meningkatkan rasa percaya diri bahwa inflasi akan meningkat menjadi 2% dalam jangka menengah," katanya.
Perlambatan pertumbuhan ekonomi di China telah mempengaruhi seluruh dunia, terutama negara-negara penghasil komoditas. Di AS, pejabat Fed juga bergulat dengan tingkat inflasi yang masih terlalu rendah, naik hanya 0,3% selama 12 bulan yang berakhir Juli lalu.
(Baca: The Fed Kembali Tunda Naikkan Suku Bunga)
(rna)
Lihat Juga :