Wall Street Jatuh Setelah Fed Khawatir Ekonomi Dunia
Sabtu, 19 September 2015 - 10:20 WIB
Wall Street Jatuh Setelah Fed Khawatir Ekonomi Dunia
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street ditutup jatuh pada Jumat waktu setempat setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga mendekati nol karena kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.
Terlepas dari keadaan ekonomi dunia, keputusan The Fed tersebut mempetimbangkan volatilitas pasar keuangan dan lemahnya inflasi. Adapun tiga indeks saham utama masing-masing turun lebih dari 1%, dengan semua komponen Dow memerah.
"Apa yang mereka putuskan kemarin adalah bahwa mereka khawatir tentang efek pada pertumbuhan AS berdasarkan ekonomi asing," kata CEO Advisors Asset Management Scott Colyer, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (19/9/2015).
Semua sektor di indeks S&P besar berakhir lebih rendah, dengan indeks energi memimpin koreksi, dengan kejatuhan 2,6% terimbas penurunan harga minyak. Sektor industri dan bahan baku juga turun lebih dari 2%. Sektor keuangan turun 1,9% karena bank akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan suku bunga.
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 289,95 poin atau 1,74% ke 16.384,79; indeks S&P 500 kehilangan 32,12 poin atau 1,61% ke 1.958,08; dan Nasdaq Composite turun 66,72 poin atau 1,36% ke 4.827,23.
Lebih dari 10,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas rata-rata dalam 20 sesi sebelumnya sebanyak 8,1 miliar saham.
Investor kini fokus pada pertemuan Fed berikutnya pada 27-28 Oktober, meskipun semakin banyak ekonom, termasuk ekonom di Morgan Stanley dan Barclays bertanya-tanya apakah Fed akan menaikkan suku bunga di sisa tahun ini.
Terlepas dari keadaan ekonomi dunia, keputusan The Fed tersebut mempetimbangkan volatilitas pasar keuangan dan lemahnya inflasi. Adapun tiga indeks saham utama masing-masing turun lebih dari 1%, dengan semua komponen Dow memerah.
"Apa yang mereka putuskan kemarin adalah bahwa mereka khawatir tentang efek pada pertumbuhan AS berdasarkan ekonomi asing," kata CEO Advisors Asset Management Scott Colyer, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (19/9/2015).
Semua sektor di indeks S&P besar berakhir lebih rendah, dengan indeks energi memimpin koreksi, dengan kejatuhan 2,6% terimbas penurunan harga minyak. Sektor industri dan bahan baku juga turun lebih dari 2%. Sektor keuangan turun 1,9% karena bank akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan suku bunga.
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 289,95 poin atau 1,74% ke 16.384,79; indeks S&P 500 kehilangan 32,12 poin atau 1,61% ke 1.958,08; dan Nasdaq Composite turun 66,72 poin atau 1,36% ke 4.827,23.
Lebih dari 10,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas rata-rata dalam 20 sesi sebelumnya sebanyak 8,1 miliar saham.
Investor kini fokus pada pertemuan Fed berikutnya pada 27-28 Oktober, meskipun semakin banyak ekonom, termasuk ekonom di Morgan Stanley dan Barclays bertanya-tanya apakah Fed akan menaikkan suku bunga di sisa tahun ini.
(rna)
Lihat Juga :