SKK Migas Klaim LNG Terapung Masela Lebih Hemat

Rabu, 23 September 2015 - 13:34 WIB
SKK Migas Klaim LNG...
SKK Migas Klaim LNG Terapung Masela Lebih Hemat
A A A
JAKARTA - SKK Migas ‎mengklaim pembangunan kilang di Blok Masela, Maluku menggunakan fasilitas pengolahan LNG terapung (floating LNG/FLNG) lebih hemat ketimbang menggunakan fasilitas pipanisasi, seperti yang diinginkan Menko bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

Kepala SKK Migas menjelaskan, jika kilang dibangun di darat dengan pipa (offshore) sedianya akan tetap menggunakan kapal seperti menggunakan fasilitas FLNG (onshore). Sebab, yang dibangun di darat hanya pengolahan LNG-nya, sementara sumber gas di laut. (Baca: Rizal Ramli Ajukan Opsi Pipanisasi Kilang Blok Masela).

"‎Jadi dari sumur, dikumpulkan kemudian naik ke kapal. Walaupun istilahnya onshore, tetap perlu kapal. Jadi konfigurasi yang disebut onshore tetap ada kapal juga," terangnya di kantor Ditjen Kelistrikan, Jakarta, Rabu (23/9/2015).

‎Jika dipandang dari aspek keekonomian‎, lanjut Amien, dibutuhkan total investasi USD19,3 miliar untuk membangun kilang menggunakan fasilitas pipanisasi. Sementara dengan sistem offshore akan lebih minim menjadi sekitar USD14,8 miliar.

"Karena itu, dalam rekomendasi SKK Migas yang floating LNG atau offshore. Mungkin di sana (Rizal Ramli) punya hitungan lain," imbuh dia. (Baca:Sudirman Said dan Rizal Ramli Beda Pendapat soal Blok Masela).

Amien melanjutkan, waktu yang dibutuhkan untuk membangun kilang dengan fasilitas onshore dan offshore sedianya tidak berbeda jauh. Membutuhkan sekitar 45 hingga 50 bulan sebelum kilang tersebut memproduksi gas.

Namun, fasilitas onshore memiliki risiko tersendiri, mulai dari aspek amdal, pembebasan lahan, hingga aspek sosialnya.

"‎Kalau dari engineering timing-nya enggak jauh berbeda. Tapi kalau bangun di darat, aspek amdal, lahan, sosial akan berbeda dengan floating. Ini yang risikonya berbeda, kalau pembebasan tanah berlarut-larut onshore akan terealisasi lama," tandasnya.

Baca Juga:

ESDM: Rizal Ramli Tak Punya Kewenangan atas Blok Masela

Rizal Ramli Ogah Bahas Kontrak Inpex di Blok Masela

Rizal Minta Pengembangan Blok Masela Dikaji Ulang
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Proyek Abadi Masela,...
Proyek Abadi Masela, SKK Migas dan Inpex Inspeksi 17 Stasiun Metocean di Tengah Laut
Proyek Abadi Blok Masela...
Proyek Abadi Blok Masela Baru Digarap 2,2%, Ini Updatenya
Daftar Perusahaan Konsumen...
Daftar Perusahaan Konsumen Gas Mitra Inpex dalam Proyek Blok Masela
Berita Terkini
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
44 menit yang lalu
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
55 menit yang lalu
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
2 jam yang lalu
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
11 jam yang lalu
IHSG Awal Juni Diprediksi...
IHSG Awal Juni Diprediksi Rawan Koreksi, Investor Cermati Data Inflasi hingga Aturan DHE SDA
13 jam yang lalu
Menuju Debat Ketiga,...
Menuju Debat Ketiga, Hashtag SjafrieSAfiekalla Menggema di X
14 jam yang lalu
Infografis
Siapa Lebih Unggul Pakistan...
Siapa Lebih Unggul Pakistan atau India dalam Senjata Nuklir?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved