Paket September I Tak Mempan Atasi Gejolak Rupiah

Kamis, 24 September 2015 - 15:42 WIB
Paket September I Tak...
Paket September I Tak Mempan Atasi Gejolak Rupiah
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai bahwa paket kebijakan ekonomi September I, yang belum lama ini diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mempan mengatasi gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Direktur Eksekutif Enny Sri Hartati tak memungkiri bahwa terjungkalnya nilai tukar mata uang Garuda akibat dari ketidakpastian eksternal karena Amerika Serikat (AS) tidak jadi menaikkan tingkat suku bunga (Fed rate). Namun, kondisi di dalam negeri tak lantas diabaikan karena ketidakpastian juga datang dari kondisi di Tanah Air.

Pasalnya, paket kebijakan September I yang diharapkan jadi stimulus roda perekonomian justru tidak memberikan optimisme terhadap pasar dan pelaku usaha.

"Ketidakpastian di dalam negeri, pertama karena paket stimulus yang kemarin diluncurkan tidak memberikan optimsime. Artinya dinilai tidak banyak menyelesaikan masalah," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (24/9/2015).

Enny menuturkan, ketidakpastian yang terjadi pada perekonomian global sedianya membuka ruang terjadinya spekulasi di pasar. Ditambah lagi ketidakpastian domestik tentu akan membuat spekulasi semakin menguat.

"Kita sudah cukup ditekan dengan ketidakpastian global, ya jangan ditambah dengan ketidakpastian domestik juga," imbuh dia.

Menurutnya, pemerintah memang tidak memiliki kontrol terhadap apa yang terjadi dalam perekonomian global, namun sedianya pemerintah dapat mengontrol kondisi perekonomian domestik agar tetap kondusif. Dengan begitu, kepercayaan pasar akan kembali digenggam dan tidak menambah spekulasi yang menghantui rupiah.

"Kondisi kondusif di dalam negeri itu under control pemerintah. Kalau komunikasi publik bagus dan bauran kebijakan dipercaya pasar, ini tidak akan menambah spekulasi tadi," tandasnya.

Baca:

Bank BUMN Dapat Utangan dari China Ciptakan Spekulasi Rupiah

Rupiah Terus Melemah Kondisi Ekonomi Makin Buruk

Rupiah Berakhir Babak Belur Jelang Libur
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
8 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
8 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
9 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
9 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
9 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
9 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved