Rupiah Makin Kritis, Pemerintah Diminta Kurangi Kegaduhan

Kamis, 24 September 2015 - 21:16 WIB
Rupiah Makin Kritis,...
Rupiah Makin Kritis, Pemerintah Diminta Kurangi Kegaduhan
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terus melampaui batas wajar hingga di atas Rp14.600/USD. Akibatnya, bulan ini dinilai akan sangat kritis sekali bagi ketahanan perekonomian Indonesia khususnya dengan sentimen dari penantian suku bunga Amerika Serikat (Fed rate).

Pemerintahan yang solid menjadi syarat mutlak dan mengurangi sentimen negatif dari kegaduhan di kabinet yang dapat memperparah situasi.

Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan, faktor ketidakpastian kenaikan Fed rate memang membuat mata uang Asia, termasuk rupiah mudah bergejolak. Terlebih hal ini semakin parah karena sentimen positif dari domestik yang nyaris tidak ada sama sekali.

"Sehingga di tengah ketidakpastian soal Fed rate, ada baiknya pemerintah memberikan sentimen positif ke pasar. Ini penting mempertebal kepercayaan pelaku pasar yang berujung meredakan kepanikan pasar," ujar Ryan saat dihubungi beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dia melanjutkan, pemerintah juga harus menjalankan paket ekonomi jilid I agar memberikan dampak langsung ke sektor riil. Menurutnya, pasar butuh aksi nyata, bukan hanya janji tanpa realisasi.

"Bahkan sangat penting juga untuk mengurangi atau menghilangkan kegaduhan di dalam negeri yang tidak perlu. Tunjukkan bahwa pemerintah solid dan kompak dari atas dan bawah," ujarnya.

Di tengah situasi ekonomi global yang kurang kondusif, lanjut Ryan, pemerintah harus lebih aktif berperan mendorong perekonomian. Namun, banyaknya pembangunan infrastruktur yang terhambat serta janji perbaikan layanan ekspor impor justru tampak belum bisa diatasi pemerintah dengan baik.

Sejalan dengan itu gejolak pasar keuangan Indonesia diperkirakan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. Khususnya karena masa-masa penantian pelaku ekonomi atas keputusan suku bunga the Fed.

Ekonom DBS Bank Gundy Cahyadi berpendapat, komitmen Bank Indonesia (BI) untuk tetap aktif di pasar guna mencegah volatilitas yang berlebihan terbukti tidak cukup menjamin.

Menurut dia, data pertumbuhan ekonomi akan turut menentukan. Arus modal masuk di ekuitas dan surat utang negara masih positif, yakni hampir USD5 miliar sejak awal tahun. Ini membuktikan investor asing tetap berinvestasi karena melihat potensi ekonomi secara jangka panjang.

"Namun, potensi ini akan sia sia ketika pertumbuhan PDB kita terus melambat," kata Gundy.

Menurutnya, pertumbuhan investasi yang kuat akan sangat krusial, sehingga pasar akan terus memonitor data secara intens dalam hal ini karena sangat dibutuhkan.

Baca:

Paket September I Tak Mempan Atasi Gejolak Rupiah

Bank BUMN Dapat Utangan dari China Ciptakan Spekulasi Rupiah
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
24 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
51 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved