Mentan Minta Lima Perusahaan Kelapa Sawit Tunda Deklarasi IPOP

Senin, 28 September 2015 - 06:47 WIB
Mentan Minta Lima Perusahaan...
Mentan Minta Lima Perusahaan Kelapa Sawit Tunda Deklarasi IPOP
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan deklarasi Indonesian Palm Oil Pledge (IPOP) oleh lima perusahaan besar kelapa sawit harus mengutamakan kepentingan petani. Jika terbukti mengesampingkan kepentingan petani sawit, deklarasi itu bisa ditunda terlebih dahulu sejalan dengan pembahasan yang dilakukan pemerintah Indonesia.

"Deklarasi IPOP harus memperhatikan kepentingan petani sawit, tidak boleh petani dikesampingkan," ujar Amran ketika ditanya soal IPOP di sela acara panen padi di ‎Desa Cikarang, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Minggu (27/9/2015).

Karena itu, lanjut dia, deklarasi IPOP harus melihat kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan nasional. "Intinya harus memperhatikan kepentingan petani sawit. Itu prinsip dasarnya," tegasnya.

Menurut Amran, Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) sedang membahas intensif terkait deklarasi IPOP yang merugikan kepentingan petani sawit di Indonesia tersebut.

Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Subagyo, mendesak agar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bertanggung jawab atas inisiasi mereka sebagai pihak yang memfasilitasi lahirnya deklarasi IPOP atas lima perusahaan besar yang menyebabkan petani sawit nasional banyak yang `gulung tikar`.

Menurut Firman, Kadin selaku wadah pengusaha nasional harus lebih berpihak kepada kepentingan nasional bukan memihak kepada kepentingan kelompok tertentu.

"Kadin sebagai wadah para pelaku usaha nasional harus berpikir dan bertindak lebih secara objektif dan rasional. Terlebih, dalam deklarasi IPOP yang ditandatangani oleh 5 perusahaan besar yang mayoritas adalah perusahaan asing menunjukkan bahwa ketidakberdayaan pemerintah melawan kekuatan intervensi asing yang semena-mena melakukan tindakan diskriminasi terhadap produk sawit Indonesia," kata Firman.

Politikus Partai Golkar itu melanjutkan, deklarasi IPOP ditandatangani oleh 5 perusahaan besar yang mayoritas adalah perusahaan asing seperti Wilmar, Cargill, Golden Agri Resources, Musim Mas, dan Asian Agri yang telah menyepakati dan menandatangani deklarasi tersebut pada 24 September 2014 di KTT Perubahan Iklim New York yang disaksikan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Tingkatkan...
Kementan Tingkatkan Peran Penyuluh Pertanian untuk Dampingi Petani Sawit
Sosialisasi Kerja sama...
Sosialisasi Kerja sama dengan BPDP, AII Gelar Seminar Teknologi Kelapa Sawit
Beasiswa Sawit 2024...
Beasiswa Sawit 2024 Kementerian Pertanian Dibuka hingga 24 Mei, Ini Deretan Benefitnya
90% Ekspor Pertanian...
90% Ekspor Pertanian Rp640 Triliun di Tangan Sawit, Mentan Yasin Limpo Bilang Begini
Sustainability Education...
Sustainability Education Forum, PAI Paparkan tentang Pertanian Berkelanjutan
Pembentukan Korporasi...
Pembentukan Korporasi Tingkatkan Kesejahteraan Pekebun Sawit
Berita Terkini
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
12 menit yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
41 menit yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
1 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
1 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
1 jam yang lalu
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
2 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved