Menkeu Klaim Bunga Deposito RI Lebih Menarik dari Singapura

Selasa, 29 September 2015 - 21:22 WIB
Menkeu Klaim Bunga Deposito...
Menkeu Klaim Bunga Deposito RI Lebih Menarik dari Singapura
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengklaim pajak bunga deposito di perbankan Indonesia, akan lebih menarik dibanding Singapura. Sebab, tarifnya kini sudah dirombak habis-habisan guna menarik kembali dana pengusaha Indonesia yang parkir di Negeri Singa tersebut.

Selama ini, perbankan nasional menerapkan bunga deposito mencapai 11% per tahun. Sementara Malaysia, Singapura, dan Thailand hanya memberikan bunga simpanan di kisaran 2% hingga 4%. Maka tak heran, eksportir nasional lebih senang memarkirkan dananya di negeri tetangga.

Sebab itu, Bambang merombaknya habis-habisan hingga kini tarifnya berkisar antara 10% hingga 0%. Dengan begitu, pajak bunga deposito di dalam negeri hanya lebih tinggi 1% hingga 2% dibanding Singapura.

"Ini kita hitung, kami melakukan simulasi tingkat bunga di Indonesia apabila setelah dikurangi dengan pajak bunga deposito ini, masih lebih tinggi 1%-2% dibanding tingkat bunga Singapura," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Atas dasar itu, eksportir tidak punya alasan lagi untuk memarkirkan dananya di negeri tetangga. Karena tingkat bunga di perbankan nasional lebih menarik ketimbang Singapura dan negara tetangga lainnya.

"Karena banyak yang disimpan di sana. Artinya seharusnya lebih menarik tingkat bunga yang ada di Indonesia sekarang ini," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bambang menyebutkan untuk eksportir yang menyimpan DHE-nya di dalam negeri selama ini berlaku pajak bunga deposito 20%. Sementara dalam paket September II ini tarifnya akan lebih bervariasi, tergantung seberapa lama mereka memarkirkan dananya di dalam negeri.

Untuk DHE yang disimpan di dalam negeri selama satu bulan dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD), maka tarif pajak depositonya diturunkan menjadi 10%. Jika dananya disimpan dalam tiga bulan pajaknya turun lagi jadi 7,5%, dan enam bulan turun menjadi 2,5%.

"Kalau di atas enam bulan 0% alias tidak kena pajak bunga deposito. Itu kalau nyimpannya tetap dalam mata uang dolar, tapi di deposito perbankan Indonesia," bebernya.

Sementara, jika DHE-nya dikonversi menggunakan mata uang Garuda, Bambang memberikan insentif lebih menarik yaitu dalam satu bulan bisa langsung memperolah tarif bunga deposito sebesar 7,5%.

"Kalau di-convert ke rupiah, jadi dia terima sekian puluh juta dolar, kemudian dia ingin simpan dan tukar ke rupiah, kalau tiga bulan 5%, dan enam bulan langsung 0%," pungkasnya.

Baca Juga: Ini Isi Paket Kebijakan Ekonomi September II Jokowi
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Empat Opsi Kebijakan...
Empat Opsi Kebijakan dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional
Pemulihan Ekonomi, Kemenkeu:...
Pemulihan Ekonomi, Kemenkeu: BI Akan Tanggung 100% Beban Bunga Utang
Kemenkeu Berkomitmen...
Kemenkeu Berkomitmen Jalankan Kebijakan Penyederhanaan Tarif Cukai
BUMN Dapat Dana Rp152...
BUMN Dapat Dana Rp152 Triliun Buat Pulihkan Ekonomi RI, Ini Kriterianya
Bank Indonesia: Suku...
Bank Indonesia: Suku Bunga Acuan Tetap Rendah di 2021
BI Rate Turun, Ekonom...
BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
5 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
5 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
5 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
6 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
6 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
6 jam yang lalu
Infografis
Lebih dari 1 Juta Tentara...
Lebih dari 1 Juta Tentara Ukraina Tewas dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved