Meski Naik Tajam, Wall Street Bukukan Kuartal Terburuk sejak 2011

Kamis, 01 Oktober 2015 - 08:52 WIB
Meski Naik Tajam, Wall...
Meski Naik Tajam, Wall Street Bukukan Kuartal Terburuk sejak 2011
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street berhasil naik tajam pada Rabu waktu setempat karena aksi beli pada saham murah saat terjadi koreksi dan bangkitnya sektor bioteknologi. Namun, penutupan akhir kuartal ini merupakan kejatuhan kuartal terburuk Wall Street sejak 2011.

Selama kuartal III, pasar global digoncang oleh kekhawatiran perlambatan pertumbuhan di China dan ketidakpastian waktu kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Saham sektor biotek mengalami aksi jual tujuh hari kekhawatiran terhadap regulasi harga obat.

"Saya tidak berpikir ada bagian tertentu dari berita yang mendorong pasar saat ini. Kami mengalami banyak oversold," kata Kepala Perdagangan Penjualan di ITG Brian Fenske, seperti dilansir dari Reutres, Kamis (1/10/2015).

Pedagang dan ahli strategi investasi mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengharapkan reli pada Rabu berkelanjut. Namun, alih-alih mencoba untuk bertaruh pada waktu kenaikan suku bunga, Fenske mengatakan bahwa investor sekarang akan fokus pada data ekonomi dan melihat ke depan untuk musim pendapatan kuartal ketiga, yang dimulai pekan depan.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 235,57 poin atau 1,47% ke 16.284,7; indeks S&P 500 naik 35,94 poin atau 1,91% ke 1.920,03; dan Nasdaq Composite bertambah 102,84 poin atau 2,28% ke 4.620,17.

Untuk kuartal ini, Dow Jones telah turun 7,6%, S&P kehilangan 6,9% dan Nasdaq turun 7,4%. Untuk September, Dow turun 1,5%, sementara S&P turun 2,6% dan Nasdaq turun 3,3%.

Menurut data Thomson Reuters, tercatat volume perdagangan ramai, dengan 8,52 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas rata-rata 20 sesi perdagangan sebelumnya sebanyak 7,28 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
30 menit yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
1 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
12 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
12 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
12 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
13 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved