Gubernur BI: Rupiah Masih Tersengat Kondisi Global

Jum'at, 02 Oktober 2015 - 17:21 WIB
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Masih Tersengat Kondisi Global
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus martowardojo mengungkapkan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang terjadi saat ini masih didominasi pengaruh dari luar.

Saat ini, kondisi perekonomian global membuat nilai tukar rupiah bisa sewaktu-waktu melemah dan di waktu yang lain justru menguat. (Baca: Rupiah Berakhir Mantap di Zona Hijau)

Dia menjelaskan, saat Amerika Serikat (AS) memastikan bahwa kenaikan tingkat suku bunga AS (Fed rate) akan terjadi tahun ini menjadi periode risk off yang membuat mata uang Garuda tergerus.

Sementara, rupiah kembali menguat lantaran China mengumumkan pelonggaran loan to value yang secara otomatis berdampak pada negara yang memiliki hubungan dagang dengan Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Kalau kemarin terjadi penguatan, dalam banyak hal karena China kemudian mengumumkan pelonggaran loan to value yang otomatis langsung berdampak pada harapan ekonomi China akan lebih baik dan berdampak pada negara yang punya hubungan dengan China," katanya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Menurut dia, fluktuasi rupiah yang saat ini secara umum banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal karena Indonesia masih mengalami defisit transaksi berjalan di mana impor lebih besar dari ekspor. Selain itu, adanya aliran dana yang keluar (capital outflow) yang memengaruhi kondisi nilai tukar rupiah.

Kendati demikian, Agus memastikan bahwa paket kebijakan pemerintah baik yang jilid I, II ataupun III nantinya akan membuat kondisi perekonomian Indonesia lebih baik.

"Paket yang dikeluarkan dan direspon BI itu nanti akan menghasilkan kondisi yang lebih baik dalam jangka pendek untuk pengendalian nilai tukar atau untuk kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
59 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved