IHSG Dibuka Makin Menguat Didukung Sentimen Positif
Selasa, 06 Oktober 2015 - 09:16 WIB
IHSG Dibuka Makin Menguat Didukung Sentimen Positif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini dibuka bertambah menguat didukung sentimen positif dari Wall Street dan bursa Asia akibat spekulasi ditundanya kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). IHSG terkerek 37,57 poin atau 0,86% ke level 4.381,27.
IHSG kemarin ditutup melompat, dengan kenaikan tertinggi di bursa Asia didukung aksi beli investor asing. IHSG menguat 135,90 poin atau 3,23% ke level 4.343,70.
Penguatan itu sejalan dengan naiknya bursa saham Asia. Sementara pagi ini, bursa Asia dibuka kembali menguat.
Prospek penundaan dalam rencana Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga dan tanda-tanda stabilitas di pasar minyak dan komoditas mendorong kenaikan pada bursa saham Asia pada hari ini.
Indeks MSCI di bursa Asia Pasifik, kecuali Jepang naik 0,7%. Sementara bursa Jepang memperpanjang kenaikan dari level terendah delapan bulan yang dicetak pekan lalu, dibantu oleh spekulasi bahwa Bank Sentral Jepang akan mengadopsi stimulus untuk mendukung perekonomiannya yang lesu lesu.
Yang juga mendukung pasar, 12 negara lingkar Pasifik, termasuk Amerika Serikat, Jepang dan Kanada mencapai perjanjian perdagangan paling ambisius dalam satu generasi.
"Pasar tampaknya didorong oleh spekulasi tentang langkah-langkah kebijakan, termasuk manfaat pasti dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP)," kata Kepala Strategi di Sumitomo Mitsui Asset Management Hitoshi Ishiyama, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (6/10/2015).
The Fed menyatakan, pihaknya kemungkinan akan menaikkan suku bunga tahun ini karena pemulihan ekonomi berlangsung, namun data pekerjaan AS yang secara mengejutkan melemah menyebabkan banyak pelaku pasar meninggalkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.
Indeks Nikkei 225 menguat 255,05 poin atau 1,42% ke 18.260,54; indeks Strait Times terangkat 29,36 poin atau 1,03% ke 2.881,73, dan indeks Hang Seng melesat 190,40 poin atau 0,87% ke 22.044,90.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp301 miliar dengan 239 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp41,47 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp75,25 miliar dan aksi beli Rp116,73 miliar. Tercatat 117 saham menguat, 14 saham melemah dan 37 saham stagnan.
Sektor saham hari ini dibuka menguat semua. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang melonjak 3,74%, diikuti industri dasar bertambah 2,04%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp500 menjadi Rp39.500, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik Rp200 menjadi Rp10.250 dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp125 menjadi Rp5.450.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp50 menjadi Rp16.275, PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) turun Rp25 menjadi Rp6.250 dan PT Link Net Tbk (LINK) melemah Rp10 menjadi Rp4.350.
Baca:
IHSG Diperkirakan pada Kisaran 4.325-4.460
IHSG Diprediksi Uji Tren Kenaikan, Cermati Saham Ini
IHSG kemarin ditutup melompat, dengan kenaikan tertinggi di bursa Asia didukung aksi beli investor asing. IHSG menguat 135,90 poin atau 3,23% ke level 4.343,70.
Penguatan itu sejalan dengan naiknya bursa saham Asia. Sementara pagi ini, bursa Asia dibuka kembali menguat.
Prospek penundaan dalam rencana Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga dan tanda-tanda stabilitas di pasar minyak dan komoditas mendorong kenaikan pada bursa saham Asia pada hari ini.
Indeks MSCI di bursa Asia Pasifik, kecuali Jepang naik 0,7%. Sementara bursa Jepang memperpanjang kenaikan dari level terendah delapan bulan yang dicetak pekan lalu, dibantu oleh spekulasi bahwa Bank Sentral Jepang akan mengadopsi stimulus untuk mendukung perekonomiannya yang lesu lesu.
Yang juga mendukung pasar, 12 negara lingkar Pasifik, termasuk Amerika Serikat, Jepang dan Kanada mencapai perjanjian perdagangan paling ambisius dalam satu generasi.
"Pasar tampaknya didorong oleh spekulasi tentang langkah-langkah kebijakan, termasuk manfaat pasti dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP)," kata Kepala Strategi di Sumitomo Mitsui Asset Management Hitoshi Ishiyama, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (6/10/2015).
The Fed menyatakan, pihaknya kemungkinan akan menaikkan suku bunga tahun ini karena pemulihan ekonomi berlangsung, namun data pekerjaan AS yang secara mengejutkan melemah menyebabkan banyak pelaku pasar meninggalkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.
Indeks Nikkei 225 menguat 255,05 poin atau 1,42% ke 18.260,54; indeks Strait Times terangkat 29,36 poin atau 1,03% ke 2.881,73, dan indeks Hang Seng melesat 190,40 poin atau 0,87% ke 22.044,90.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp301 miliar dengan 239 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp41,47 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp75,25 miliar dan aksi beli Rp116,73 miliar. Tercatat 117 saham menguat, 14 saham melemah dan 37 saham stagnan.
Sektor saham hari ini dibuka menguat semua. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang melonjak 3,74%, diikuti industri dasar bertambah 2,04%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp500 menjadi Rp39.500, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik Rp200 menjadi Rp10.250 dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp125 menjadi Rp5.450.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp50 menjadi Rp16.275, PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) turun Rp25 menjadi Rp6.250 dan PT Link Net Tbk (LINK) melemah Rp10 menjadi Rp4.350.
Baca:
IHSG Diperkirakan pada Kisaran 4.325-4.460
IHSG Diprediksi Uji Tren Kenaikan, Cermati Saham Ini
(rna)
Lihat Juga :