Bank Sentral Jepang Diprediksi Beri Kejutan Pekan Ini

Selasa, 06 Oktober 2015 - 15:13 WIB
Bank Sentral Jepang...
Bank Sentral Jepang Diprediksi Beri Kejutan Pekan Ini
A A A
TOKYO - Goldman Sachs memperkirakan bahwa Bank Sentral Jepang (BOJ) kemungkinan akan memberi kejutan pada pertemuan kebijakan moneter pekan ini.

BOJ telah melakukan program lanjutan pembelian obligasi pada Oktober lalu untuk menghadapi perekonomian yang kurang kokoh. Produksi industri telah jatuh, kepercayaan bisnis memburuk, dan pertumbuhan upah melambat dalam beberapa bulan terakhir.

Bank sentral akan memulai pertemuan dua hari pada Selasa dengan keputusan dilakukan pada Rabu waktu setempat.

"Kami mempertahankan basis kasus kami mengenai BOJ yang akan mengambil tindakan pelonggaran tambahan pada 30 Oktober, meskipun kami tidak sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan dilakukan awal pekan ini," kata ekonom Goldman Naohiko Baba dalam sebuah catatan, seperti dilansir dari CNBC, Selasa (6/10/2015).

Bank sentral akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter kedua pada 30 Oktober dan dijadwalkan akan mempublikasikan laporan prospek ekonomi dan inflasi dua tahunan. Diperkirakan BOJ akan melakukan revisi ke bawah untuk pertumbuhan dan harga.

"Kami pikir ekonomi Jepang yang menyempit dapat melarikan diri dari resesi teknis, tapi keadaan saat ini, ekonomi jauh di bawah prospek BOJ," kata Baba.

Pekan lalu, survei Tankan kuartalan BOJ menunjukkan kepercayaan produsen besar memburuk dalam tiga bulan hingga September, menegaskan keadaan loyo pada perekonomian.

Jepang telah berjuang selama dua tahun untuk mengangkat ekonomi keluar dari deflasi dengan dukungan moneter dan fiskal. Ekonomi terbesar ketiga di dunia ini menyusut menjadi 1,2% pada bulan April-Juni dan beberapa ekonom memperingatkan bahwa perekonomian bisa berkontraksi lagi pada kuartal ketiga karena melambatnya ekspor dan lemahnya produksi pabrik.

"Tanpa pelonggaran tambahan sama sekali pada Oktober, kami percaya komitmen Kuroda (Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda) ini kan sangat goyah dan ini bisa mendorong volatilitas pasar," kata Baba.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Inflasi Jepang Tembus...
Inflasi Jepang Tembus 4%, Pecah Rekor Pertama Sejak 1981
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
5 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
6 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
6 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
7 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
7 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
7 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved