BI Perkirakan Tekanan Kenaikan Harga pada November Meningkat

Sabtu, 10 Oktober 2015 - 08:21 WIB
BI Perkirakan Tekanan...
BI Perkirakan Tekanan Kenaikan Harga pada November Meningkat
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengemukakan, tekanan kenaikan harga pada November 2015 diperkirakan meningkat dari bulan sebelumnya. Indikasi ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) pada November sebesar 151,4 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya 132,1.

Dia menjelaskan, tekanan kenaikan harga terjadi akibat peningkatan harga barang dari distributor seiring dengan kekhawatiran terganggunya distribusi karena faktor cuaca dan depresiasi nilai tukar rupiah.

"Namun konsumen memperkirakan tekanan kenaikan harga umum pada Februari 2016 akan terkendali," ujar Tirta di Jakarta Jumat (9/10/2015).

Dia menyebutkan, optimisme terhadap terkendalinya tekanan kenaikan harga umum dipengaruhi lancarnya distribusi barang dan relatif stabilnya harga barang dari distributor.

Di sisi lain, optimisme retailer terhadap penjualan eceran pada November 2015 dan Februari 2016 diprediksi akan menurun. Hal ini tercermin dari indeks ekspektasi penjualan pada November 2015 sebesar 121,2 atau lebih rendah dari 121,5 pada bulan sebelumnya.

Demikian pula indeks penjualan pada Februari 2016 diprediksi lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. "Penurunan optimisme terhadap perkiraan penjualan eceran pada November 2015 dan Februari 2016 didorong kekhawatiran konsumen terhadap penurunan permintaan masyarakat seiring dengan menurunnya daya beli dan berlanjutnya tren pelemahan nilai tukar rupiah," tandas Tirta.

Baca: BI Prediksi Tekanan Kenaikan Harga Menurun
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved