Rupiah Diramal Makin Perkasa Setelah Paket Kebijakan IV Keluar
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:08 WIB
Rupiah Diramal Makin Perkasa Setelah Paket Kebijakan IV Keluar
A
A
A
JAKARTA - Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada meramalkan, nilai tukar rupiah semakin perkasa menuju ke level Rp13.300/USD setelah paket kebijakan ekonomi jilid IV Presiden Joko Widodo (Jokowi) keluar.
"Seharusnya bisa makin mantap. Tapi dengan catatan tidak hanya dibuat di atas kertas dan dibacakan di Istana Negara," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (11/10/2015).
Reza mengatakan, meski tetap optimistis setelah ada tiga paket kebijakan sebelumnya, pergerakan mata uang garuda belum akan meghijau di bawah Rp13.000/USD. Pasalnya, pelaku pasar masih menunggu realisasi.
"Di bawah Rp13.000/USD mungkin belum ke arah sana. Minimal ke Rp13.300/USD, penguatan sudah cukup signifikan," imbuhnya.
Kebijakan ekonomi jilid IV yang akan menyasar sektor ketenagakerjaan, lanjut Reza, bisa mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebelum itu, pemerintah terlebih dahulu harus melakukan pembicaraan dengan pengusaha.
"Ada wacana itu untuk cegah PHK. Upah diatur, cuma pemerintah mesti sesuaikan dengan pengusaha juga. Artinya, mereka harus duduk bareng dengan pengusaha, mana yang bisa diberikan insentif dan tidak," jelasnya.
Selain itu, butuh pengawasan yang jelas kepada pelaku usaha yang sudah mendapatkan insentif dalam menjalankan bisnisnya. Kemungkinan insentif, antara lain penghapusan pajak dan harga bahan baku yang bisa lebih murah.
"Lihat skala bisnisnya, sudah dapat insentif tapi buruhnya tidak dapat. Itu butuh pengawasan jelas. Pengusaha tidak bisa menghapuskan tarif pajak, jadi bisa insentif ke arah sana dan pembelian bahan baku lebih murah," tandas Reza.
Baca juga:
Menguji Keperkasaan Rupiah
Ini Bocoran Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV Jokowi
Rupiah Makin Perkasa, Masyarakat Ramai-ramai Jual USD
"Seharusnya bisa makin mantap. Tapi dengan catatan tidak hanya dibuat di atas kertas dan dibacakan di Istana Negara," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (11/10/2015).
Reza mengatakan, meski tetap optimistis setelah ada tiga paket kebijakan sebelumnya, pergerakan mata uang garuda belum akan meghijau di bawah Rp13.000/USD. Pasalnya, pelaku pasar masih menunggu realisasi.
"Di bawah Rp13.000/USD mungkin belum ke arah sana. Minimal ke Rp13.300/USD, penguatan sudah cukup signifikan," imbuhnya.
Kebijakan ekonomi jilid IV yang akan menyasar sektor ketenagakerjaan, lanjut Reza, bisa mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebelum itu, pemerintah terlebih dahulu harus melakukan pembicaraan dengan pengusaha.
"Ada wacana itu untuk cegah PHK. Upah diatur, cuma pemerintah mesti sesuaikan dengan pengusaha juga. Artinya, mereka harus duduk bareng dengan pengusaha, mana yang bisa diberikan insentif dan tidak," jelasnya.
Selain itu, butuh pengawasan yang jelas kepada pelaku usaha yang sudah mendapatkan insentif dalam menjalankan bisnisnya. Kemungkinan insentif, antara lain penghapusan pajak dan harga bahan baku yang bisa lebih murah.
"Lihat skala bisnisnya, sudah dapat insentif tapi buruhnya tidak dapat. Itu butuh pengawasan jelas. Pengusaha tidak bisa menghapuskan tarif pajak, jadi bisa insentif ke arah sana dan pembelian bahan baku lebih murah," tandas Reza.
Baca juga:
Menguji Keperkasaan Rupiah
Ini Bocoran Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV Jokowi
Rupiah Makin Perkasa, Masyarakat Ramai-ramai Jual USD
(dmd)
Lihat Juga :