Ungkap Kunci Utama Selamatkan Rupiah, Ekonom Sebut Bukan Kurang Instrumen

Senin, 29 September 2025 - 07:23 WIB
loading...
Ungkap Kunci Utama Selamatkan...
Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi mengungkap, kunci untuk mengendalikan nilai tukar Rupiah yang belakangan ambruk terhadap dolar AS (USD). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Stabilitas nilai tukar Rupiah saat ini sangat bergantung pada keselarasan kebijakan fiskal dan moneter di tengah tekanan dolar AS (USD) yang menguat dan pelemahan kurs lebih dari 3% year-to-date. Menurut ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, kunci untuk mengendalikan kurs Rupiah terletak pada koherensi sinyal dan disiplin dalam eksekusi kebijakan.

Syafruddin menyoroti langkah Bank Indonesia (BI) yang telah menegaskan akan menggunakan seluruh instrumen “secara berani” meliputi intervensi spot, NDF (onshore/offshore), dan pembelian SBN untuk menjaga stabilitas di tengah tekanan kurs yang sempat menyentuh level Rp16.762-16.790 per dolar AS.

"Kunci utamanya ada pada keselarasan sinyal: kebijakan diumumkan saat siap dijalankan (announce-and-execute), pesan publik tegas dan konsisten, produk perbankan tidak mendorong dolar-isasi ritel, dan pelaku usaha didorong memperkuat lindung nilai di dalam negeri," jelas Syafruddin dalam keterangannya, Minggu (28/9).

Baca Juga: BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi

Syafruddin juga menyoroti data fiskal dan perbankan yang menjadi bagian dari tantangan domestik seperti defisit APBN periode Januari–Agustus tercatat mencapai 1,35% PDB atau Rp321,6 triliun, di mana penerimaan turun 7,8% year-on-year (yoy) dan belanja naik 1,5 persen yoy.

Kemudian keputusan empat bank BUMN untuk mengumumkan bunga deposito dolar AS sebesar 4% efektif 5 November, meskipun Menteri Keuangan telah menegaskan tidak ada instruksi pemerintah. Syafruddin menyarankan agar produk perbankan tersebut ditinjau kembali agar tidak mendorong dolar-isasi ritel.

Selain itu cadangan devisa Agustus tercatat USD150,7 miliar, turun dari Juli karena pembayaran utang dan stabilisasi, namun masih jauh di atas standar kecukupan internasional. Baca Juga: Cerita Purbaya Suka Diskusi dengan Gubernur BI Perry Warjiyo di WC
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Alasan Said Iqbal Bersedia...
Alasan Said Iqbal Bersedia Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden
Kim Soo Hyun Mulai Comeback...
Kim Soo Hyun Mulai Comeback ke Industri Hiburan Lewat Iklan Fashion
Berita Terkini
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Infografis
Ilmuwan Meyakini Asteroid...
Ilmuwan Meyakini Asteroid Bukan Penyebab Utama Dinosaurus Punah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved