Waspadai Potensi Pembalikan Arah IHSG, Lirik Saham Ini
Senin, 12 Oktober 2015 - 08:08 WIB
Waspadai Potensi Pembalikan Arah IHSG, Lirik Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan memiliki potensi pembalikan arah jika violume beli mulai berkurang.
"Sepanjang sentimen yang ada masih cukup positif maka laju IHSG mencoba untuk tetap bertahan di zona hijaunya. Meski demikian, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah jika volume beli mulai berkurang," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (12/10/2015).
Dia menuturkan, utang gap di level 4.346-4.381 masih menjadi halangan, sehingga masih rawan aksi profit taking kembali. Karena itu, dia menyarankan untuk tetap cermati sentimen yang ada.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.535-4.565 dan resisten 4.635-4.657. Laju IHSG akhir pekan lalu mampu bertahan di atas target support 4.465-4.480 dan mampu melampaui target resisten 4.500-4.555.
Pada Jumat pekan lalu, di tengah kekhawatiran akan terjadinya pembalikan arah seiring mulai berkurangnya volume beli sehari sebelumnya, laju IHSG justru kian menunjukan eksistensinya dengan tetap bertahan di zona hijau. Bahkan tidak tanggung-tanggung, penguatan lebih dari 2% mampu diraih IHSG.
Pelaku pasar pun segera memanfaatkan situasi tersebut untuk kembali masuk pasar dan agresif melakukan pembelian. Bahkan tidak jarang, sebagian lainnya memanfaatkan kenaikan tersebut untuk membersihkan maupun mengurangi posisi saham yang telah nyangkut.
Penguatan IHSG pun terbantukan dengan imbas kenaikan bursa saham global, termasuk Asia, setelah terpengaruh laju kenaikan bursa saham AS seiring dengan sentimen dari rilis membaiknya klaim penganguran, naiknya harga minyak mentah dunia, dan rapat FOMC yang mengindikasikan The Fed masih cenderung bersikap dovish untuk tetap mempertahankan suku bunga rendahnya.
"Rupiah pun turut membantu IHSG untuk bertahan positif seiring lajunya yang terus menunjukan tren penguatan. Meski sempat sedikit melemah dalam intraday perdagangan namun, IHSG akhirnya mampu menutup pekan kemarin dengan sumringah," ujarnya.
Aksi beli asing yang didukung dengan laju rupiah yang kembali melanjutkan penguatannya masih menopang penguatan IHSG. Transaksi asing kembali nett buy dari net buy Rp683,16 miliar menjadi net buy Rp175,34 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp600-Rp700. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp675.
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp43.300-Rp46.000. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp43.375.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rpp2.965-Rp3.195. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.985.
PT Wika Beton Tbk (WTON) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp980-Rp1.100. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.020.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.225-Rp2.545. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.300.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.700-Rp6.125. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.800.
"Sepanjang sentimen yang ada masih cukup positif maka laju IHSG mencoba untuk tetap bertahan di zona hijaunya. Meski demikian, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah jika volume beli mulai berkurang," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (12/10/2015).
Dia menuturkan, utang gap di level 4.346-4.381 masih menjadi halangan, sehingga masih rawan aksi profit taking kembali. Karena itu, dia menyarankan untuk tetap cermati sentimen yang ada.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.535-4.565 dan resisten 4.635-4.657. Laju IHSG akhir pekan lalu mampu bertahan di atas target support 4.465-4.480 dan mampu melampaui target resisten 4.500-4.555.
Pada Jumat pekan lalu, di tengah kekhawatiran akan terjadinya pembalikan arah seiring mulai berkurangnya volume beli sehari sebelumnya, laju IHSG justru kian menunjukan eksistensinya dengan tetap bertahan di zona hijau. Bahkan tidak tanggung-tanggung, penguatan lebih dari 2% mampu diraih IHSG.
Pelaku pasar pun segera memanfaatkan situasi tersebut untuk kembali masuk pasar dan agresif melakukan pembelian. Bahkan tidak jarang, sebagian lainnya memanfaatkan kenaikan tersebut untuk membersihkan maupun mengurangi posisi saham yang telah nyangkut.
Penguatan IHSG pun terbantukan dengan imbas kenaikan bursa saham global, termasuk Asia, setelah terpengaruh laju kenaikan bursa saham AS seiring dengan sentimen dari rilis membaiknya klaim penganguran, naiknya harga minyak mentah dunia, dan rapat FOMC yang mengindikasikan The Fed masih cenderung bersikap dovish untuk tetap mempertahankan suku bunga rendahnya.
"Rupiah pun turut membantu IHSG untuk bertahan positif seiring lajunya yang terus menunjukan tren penguatan. Meski sempat sedikit melemah dalam intraday perdagangan namun, IHSG akhirnya mampu menutup pekan kemarin dengan sumringah," ujarnya.
Aksi beli asing yang didukung dengan laju rupiah yang kembali melanjutkan penguatannya masih menopang penguatan IHSG. Transaksi asing kembali nett buy dari net buy Rp683,16 miliar menjadi net buy Rp175,34 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp600-Rp700. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp675.
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp43.300-Rp46.000. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp43.375.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rpp2.965-Rp3.195. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.985.
PT Wika Beton Tbk (WTON) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp980-Rp1.100. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.020.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.225-Rp2.545. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.300.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.700-Rp6.125. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.800.
(rna)
Lihat Juga :