Rupiah Menguat, Kemenkeu Evaluasi Postur Utang

Senin, 12 Oktober 2015 - 13:45 WIB
Rupiah Menguat, Kemenkeu...
Rupiah Menguat, Kemenkeu Evaluasi Postur Utang
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) hari ini menggelar rapat dengan badan anggaran (banggar) DPR RI guna mengevaluasi postur pembiayaan utang RAPBN 2016.

Dirjen DJPPR Kemenkeu Robert Pakpahan mengatakan, evaluasi ini dilakukan karena dalam beberapa waktu ini, rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang berdampak pada penurunan kebutuhan utang.

"Karena rupiah menguat terhadap USD, ini juga menunjukkan terjadi penurunan kebutuhan utang kita untuk menambal defisit anggaran tahun depan (2016)," kata dia di hadapan anggota banggar DPR RI, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Menurutnya, perluasan masih terjadi di kebijakan fiskal 2016, dan penyempitan anggaran ditargetkan 2,15% dari PDB. Maka, pemerintah Indonesia perlu mengarahkan pembiayaan negara ini ke kegiatan yang produktif untuk negara.

"Jadi, kita akan arahnya ke kegiatan produktif untuk mendorong perekonomian dan menguatkan daya saing kita. Terlebih lagi menjaga keseimbangan ekonomi makro," ujarnya.

Robert mengatakan, saat ini memang pengaruh besar terhadap postur pembiayaan utang disebabkan karena pemerintah melakukan exercise terhadap pagu kebutuhan utang dalam RAPBN 2016. Hal ini juga merupakan pengaruh dari penguatan rupiah sejak Oktober.

Perubahan pembiayaan utang dipenuhi dari pinjaman luar negeri dari RAPBN tahun depan dengan kebutuhan Rp1,198 triliun menjadi Rp398,2 miliar setelah dilakukan exercise dengan asumsi kurs Rp13.900/USD.

Sementara, kebutuhan utang yang berasal dari penerbitan surat berharga negara, jumlahnya tetap sebesar Rp326,27 triliun serta pinjaman dalam negeri yang angkanya pun tidak berubah baik di RAPBN maupun exercise 2016 sebesar Rp3,26 triliun.

Berikut rincian utang yang diubah DJPPR Kemenkeu dalam RAPBN 2016.

A. Pinjaman luar negeri (neto) Rp1,196 triliun menjadi Rp398,2 miliar.
1. Penarikan pinjaman luar negeri (bruto) dari Rp72,83 triliun menjadi Rp75,09 triliun
a. Pinjaman program dari Rp34,58 triliun menjadi Rp 36,83 triliun
b. Pinjaman proyek dari Rp38,25 triliun menjadi Rp38,25 triliun

2. Pinjaman proyek pemerintah pusat tidak berubah Rp32,34 triliun
a. Kementerian Negara/Lembaga tetap Rp29,94 triliun
b. Pinjaman yang diterushibahkan tetap Rp2,40 triliun
c. Penerimaan penerusan pinjaman tidak mengalami perubahan Rp5,90 triliun

3. Penerusan pinjaman tidak mengalami perubahan atau negatif yaitu Rp5,90 triliun

4. Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri dari Rp65,72 triliun menjadi Rp68,78 triliun.

B. Surat Berharga Negara (neto) penerbitannya tidak mengalami perubahan Rp326,27 triliun

C. Pinjaman dalam negeri (neto) tetap Rp3,26 triliun
1. Penarikan pinjaman dalam negeri (bruto) tetap Rp3,71 triliun
2. Pembayaran cicilan pokok pinjaman dalam negeri tetap atau negatif yaitu Rp447,8 miliar

Maka, untuk total pembiayaan utang dalam exercise 2016 dengan asumsi kurs Rp13.900 per dolar AS menjadi Rp329,93 triliun atau turun tipis dari sebelumnya Rp330,73 triliun di RAPBN 2016.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Keok di Rp17.181...
Rupiah Keok di Rp17.181 per Dolar AS, Pengamat Soroti Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp833,96 Triliun
Menkeu: Pelemahan Rupiah...
Menkeu: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Imbal Hasil Surat Utang
Utang dari Bank Dunia...
Utang dari Bank Dunia Diprediksi Bakal Bikin Rupiah Letoi
Gara-gara 30 Negara...
Gara-gara 30 Negara Terjebak Utang di Atas 100%, Rupiah Ambles Dekati Rp15.000
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2025 Menurun ke USD432,5 Miliar, BI Ungkap Sebabnya
Megawati Waswas Lihat...
Megawati Waswas Lihat Utang Negara Tembus Rp8.353 Triliun, Rupiah Makin Loyo
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved