Megawati Waswas Lihat Utang Negara Tembus Rp8.353 Triliun, Rupiah Makin Loyo
Selasa, 30 Juli 2024 - 16:11 WIB
loading...
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengkhawatirkan utang pemerintah yang kini mencapai Rp8.353,02 triliun hingga pelemahan nilai tukar rupiah yang terus melemah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyoroti utang pemerintah yang kini mencapai Rp8.353,02 triliun. Ditambah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di posisi Rp16.286/USD juga menjadi perhatian Presiden ke-5 RI tersebut.
Menurut Megawati, kondisi perekonomian tanah air saat ini sangat mengkhawatirkan. Hal itu disampaikan Megawati dalam pidato kebangsaan di acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Perindo , di Jakarta Concert Hall, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2024).
Megawati merasa jumlah tersebut sudah terlalu besar, dimana Ia membandingkan ketika saat dirinya menjabat sebagai Presiden Indonesia. Baca Juga: Heran Konsesi Tambang Jadi Rebutan, Megawati Singgung TNI dan Beras
"Saya waktu sebagai Presiden, disuruh menangani BLBI, BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional), 3000-an kredit macet loh, tapi saya jalankan selesai. Saya sampai diberi award karena kok bisa Indonesia bayar utang IMF," tutur Megawati.
"Tapi ini sekarang keadaan begini, saya sendiri mikir, siapa yang ngurusin ya?," imbuhnya.
Baca Juga: Waduh! Utang Pemerintah Capai Rp8.353 T, Dekati Level Berbahaya
Selain itu, Megawati juga mengkhawatirkan bila melihat nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar. "Kita tahu toh yang namanya dolar aja sekarang ditekan terus, padahal itu sudah mau 16 ribu sekian. Itu sudah mengkhawatirkan menurut saya," ucap Megawati.
Menurut Megawati, kondisi perekonomian tanah air saat ini sangat mengkhawatirkan. Hal itu disampaikan Megawati dalam pidato kebangsaan di acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Perindo , di Jakarta Concert Hall, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2024).
Megawati merasa jumlah tersebut sudah terlalu besar, dimana Ia membandingkan ketika saat dirinya menjabat sebagai Presiden Indonesia. Baca Juga: Heran Konsesi Tambang Jadi Rebutan, Megawati Singgung TNI dan Beras
"Saya waktu sebagai Presiden, disuruh menangani BLBI, BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional), 3000-an kredit macet loh, tapi saya jalankan selesai. Saya sampai diberi award karena kok bisa Indonesia bayar utang IMF," tutur Megawati.
"Tapi ini sekarang keadaan begini, saya sendiri mikir, siapa yang ngurusin ya?," imbuhnya.
Baca Juga: Waduh! Utang Pemerintah Capai Rp8.353 T, Dekati Level Berbahaya
Selain itu, Megawati juga mengkhawatirkan bila melihat nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar. "Kita tahu toh yang namanya dolar aja sekarang ditekan terus, padahal itu sudah mau 16 ribu sekian. Itu sudah mengkhawatirkan menurut saya," ucap Megawati.
Lihat Juga :