Menkeu: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Imbal Hasil Surat Utang

Selasa, 21 April 2020 - 11:38 WIB
loading...
Menkeu: Pelemahan Rupiah...
Imbal hasil surat utang negara ikut meningkat akibat gejolak dan melemahnya nilai tukar rupiah. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan rupiah masih terus bergejolak dalam tekanan ekonomi saat ini. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pelemahan rupiah tersebut turut berpengaruh pada imbal hasil (yield) surat utang yang mengalami kenaikan.

"Karena ini volatilitas sangat tajam terjadi pada akhir Maret 2020. Kami akan pantau secara hati-hati pada April-Mei, baik dari sisi perkembangan pasar uang di dalam dan luar negeri," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Dia melanjutkan, pelemahan nilai tukar dialami hampir semua negara di seluruh dunia akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, tingkat penurunan berbeda-beda untuk masing-masing negara. "Nilai tukar kita mengalami koreksi dan kemudian mengalami rebound Kembali. Namun ini adalah volatilitas yang sangat tajam, yang harus mendapatkan perhatian dari kita semua," katanya.

Sebagai informasi, tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan pagi ini. Rupiah masih berada di level Rp15.500-an per USD. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 87,5 poin atau 0,57% ke level Rp15.500 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp15.500-Rp15.506 per USD.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Rekomendasi
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Momen Middleton Bertemu...
Momen Middleton Bertemu Mantan Pacarnya di Pernikahan Peter Phillips
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Berita Terkini
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved