Pemerintah Dinilai Tak Kompak soal Kontrak Freeport
Rabu, 14 Oktober 2015 - 15:28 WIB
Pemerintah Dinilai Tak Kompak soal Kontrak Freeport
A
A
A
JAKARTA - Direktur Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, ada ketidakkompakan di interenal pemerintah terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. (Baca: Rizal Ramli Heran Sudirman Said Ngotot Bela Freeport).
Sebelumnya diberitakan, kontrak Freeport harusnya diperpanjang dua tahun sebelum kontraknya habis pada 2019. Namun, Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan perpanjangan kontrak segera dilaksanakan.
Mamit mengatakan, hal tersebut menandakan sinyal bahwa pemerintah akan memperpanjang kontrak Freeport bakal terlaksana begitu kontrak tersebut habis.
"Ibaratnya, ini terjadi ketidakkompakan antar kementerian. Seharusnya jika memang akan diperpanjang, jangan di blow up dulu ke media. Sampai-sampai kan Menko Maritim (Rizal Ramli) sempat berkomentar juga tentang statementnya Pak Sudirman Said," kata Mamit kepada Sindonews, Jakarta, Rabu (14/10/2015).
Menurutnya, sinyal-sinyal positif terhadap perpanjangan ini memang sudah lama tercium karena Kementerian ESDM sering mengadakan pertemuan rutin dengan Freeport. (Baca:
Rizal: Pejabat yang Perpanjang Kontrak Freeport Keblinger).
"Kemungkinan memang ada yang dibahas di sana. Bisa jadi Freeport berkeinginan untuk melakukan ekspor konsentrat berkelanjutan, jadi mereka butuh perpanjangan kontrak mereka," ujarnya.
Namun, lanjut Mamit, seharusnya para menteri tidak mengeluarkan informasi tersebut terlebih dahulu, sehingga tidak menimbulkan spekulasi berlebihan terhadap pihak lain atau media.
"Kementerian ESDM dalam hal ini, SS bisa dikatakan sedikit offside karena seharusnya ini di-keep dulu kalau memang pemerintah ingin memperpanjang kontraknya dengan Freeport. Karena bisa saja publik ada yang memandang negatif, terlebih lagi ada protes dari Rizal Ramli," pungkas dia.
Baca Juga:
ESDM: Tak Paham Kontrak Freeport, Hentikan Spekulasi!
Melunak, Pemerintah Pastikan Kontrak Freeport Diperpanjang
DPR: Jangan Buru-buru Perpanjang Kontrak Freeport
Sebelumnya diberitakan, kontrak Freeport harusnya diperpanjang dua tahun sebelum kontraknya habis pada 2019. Namun, Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan perpanjangan kontrak segera dilaksanakan.
Mamit mengatakan, hal tersebut menandakan sinyal bahwa pemerintah akan memperpanjang kontrak Freeport bakal terlaksana begitu kontrak tersebut habis.
"Ibaratnya, ini terjadi ketidakkompakan antar kementerian. Seharusnya jika memang akan diperpanjang, jangan di blow up dulu ke media. Sampai-sampai kan Menko Maritim (Rizal Ramli) sempat berkomentar juga tentang statementnya Pak Sudirman Said," kata Mamit kepada Sindonews, Jakarta, Rabu (14/10/2015).
Menurutnya, sinyal-sinyal positif terhadap perpanjangan ini memang sudah lama tercium karena Kementerian ESDM sering mengadakan pertemuan rutin dengan Freeport. (Baca:
Rizal: Pejabat yang Perpanjang Kontrak Freeport Keblinger).
"Kemungkinan memang ada yang dibahas di sana. Bisa jadi Freeport berkeinginan untuk melakukan ekspor konsentrat berkelanjutan, jadi mereka butuh perpanjangan kontrak mereka," ujarnya.
Namun, lanjut Mamit, seharusnya para menteri tidak mengeluarkan informasi tersebut terlebih dahulu, sehingga tidak menimbulkan spekulasi berlebihan terhadap pihak lain atau media.
"Kementerian ESDM dalam hal ini, SS bisa dikatakan sedikit offside karena seharusnya ini di-keep dulu kalau memang pemerintah ingin memperpanjang kontraknya dengan Freeport. Karena bisa saja publik ada yang memandang negatif, terlebih lagi ada protes dari Rizal Ramli," pungkas dia.
Baca Juga:
ESDM: Tak Paham Kontrak Freeport, Hentikan Spekulasi!
Melunak, Pemerintah Pastikan Kontrak Freeport Diperpanjang
DPR: Jangan Buru-buru Perpanjang Kontrak Freeport
(izz)
Lihat Juga :