Soal Freeport, Pemerintah Dinilai Takut Tekanan Asing

Rabu, 14 Oktober 2015 - 16:57 WIB
Soal Freeport, Pemerintah...
Soal Freeport, Pemerintah Dinilai Takut Tekanan Asing
A A A
JAKARTA - Direktur Energy Watch Mamit Setiawan menilai, pemerintah terkesan takut asing karena sejak dini mengindikasikan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. (Baca: Melunak, Pemerintah Pastikan Kontrak Freeport Diperpanjang).

Bahkan, dia menilai pemerintah Indonesia tidak bisa lepas dari intervensi asing. Mengenai perpanjangan kontrak dengan Freeport, Indonesia seharusnya melakukannya seperti perpanjangan Blok Mahakam yang tempo hari sudah dilaksanakan dan saat ini diambil alih oleh PT Pertamina (Persero).

"Pemerintah kita tidak lepas dari intervensi Amerika Serikat. Karena kontrak tersebut dicetuskan waktu sekarang ini. Seharusnya, pemerintah melakukan seperti Blok Mahakam saja, diambil dulu 100%, nanti terserah pembagiannya akan seperti apa‎," kata Mamit kepada Sindonews di Jakarta, Rabu (14/10/2015).

Jika memang ingin diperpanjang, seharusnya pemerintah melihat terlebih dahulu kinerja Freeport hingga akhir kontrak. Pengamatan ini mencakup bagaimana Freeport melakukan ekspor, investasinya di Indonesia dan apa saja yang sudah dimanfaatkan dari Indonesia. (Baca: Pemerintah Dinilai Tak Kompak soal Kontrak Freeport).

"Jadi pemerintah harusnya menahan dulu sampai 2019, jangan takut ada intervensi asing baik Freeport ataupun Amerika Serikat, sehingga nanti kita punya posisi yg cukup kuat dalam lanjut tidaknya Freeport di Indonesia," tuturnya.

Dia menyarankan, jika kontrak tersebut diperpanjang dan ada kontrak baru, maka royalti dari Freeport ke Indonesia harusnya bisa lebih besar. Terlebih lagi jika Freeport ingin melakukan investasi besar.

"Angka royalti bisa diubah kalau mereka ingin membesarkan investasi di sini. Karena sekarang masalahnya di pembangunan smelter. Mereka dalam pembangunan smelter masih tidak jelas," kata dia.

Menurutnya, ketidakjelasan ini jangan sampai membuat publik menilai bahwa pemerintah dan Freeport ada niat terselubung dalam bisnis. Apalagi, Indonesia terkesan takut dengan asing. (Baca: Perpanjang Kontrak Freeport, RI Harus Dapat Royalti Besar).

"Jadi maksud saya, ini sebenarnya ada apa? Apakah pemerintahan yang sekarang punya kepentingan terselubung sendiri terhadap Freeport atau enggak, karena mereka mengatakan dari awal akan diperpanjang. Terus kelihatan sekali bahwa intervensi Amerika sangat nyantol di kita. Ini yang harus diperhatikan jangan sampai pemerintah lemah dan mengambil keputusan yang merugikan Indonesia," pungkas Mamit.

Baca Juga:

Rizal: Pejabat yang Perpanjang Kontrak Freeport Keblinger

ESDM: Tak Paham Kontrak Freeport, Hentikan Spekulasi!

DPR: Jangan Buru-buru Perpanjang Kontrak Freeport
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
15 menit yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
2 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
3 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
5 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
8 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
17 jam yang lalu
Infografis
Profil Emmanuel Macron,...
Profil Emmanuel Macron, Presiden Prancis yang Takut pada Istrinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved