IHSG Diprediksi Bisa Pertahankan Posisi, Cermati Saham Ini
Jum'at, 16 Oktober 2015 - 08:12 WIB
IHSG Diprediksi Bisa Pertahankan Posisi, Cermati Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bisa mempertahankan posisinya di zona hijau jika didukung volume beli investor.
"Tentu saja sentimen yang ada diharapkan dapat membantu IHSG untuk dapat bertahan di zona hijaunya," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (16/10/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.476-4.489 dan resisten 4.520-4.565. Laju IHSG kemarin mampu bertahan di atas target support 4.450-4.463 dan mampu berada di target resisten 4.525-4.684.
Kemarin, di tengah maraknya penilaian akan kembali melemahnya laju IHSG pasca libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437H, terlihat laju IHSG kembali mampu mengalami kenaikan.
"Namun demikian, kenaikan yang terjadi tidak terlalu signifikan seiring masih adanya tekanan jual yang lebih besar dibandingkan dorongan beli," ujarnya.
Terlihat dalam pergerakan intraday perdagangan, laju IHSG sempat mengalami kenaikan di awal sesi, namun tidak bertahan lama kembali melemah dan cenderung sideways hingga akhir sesi.
Seluruh sektor mengalami kenaikan kecuali sektor perkebunan, perdagangan, dan properti. Sementara indeks manufaktur mengalami kenaikan yang ditopang oleh saham-saham konsumer dan semen.
Melemahnya indeks USD yang diikuti penguatan sejumlah mata uang Asia termasuk rupiah membantu IHSG berbalik naik, termasuk juga rilis surplus neraca perdagangan yang turut menambah sentimen positif.
Akan tetapi, sentimen positif tersebut juga terhalangi rilis ekspor dan impor yang menurun dan wait & see jelang pengumuman BI rate serta Paket Kebijakan ke-4.
Meski transaksi asing kembali nett sell, namun diimbangi masih menguatnya rupiah. Asing tercatat nett sell dari net sell Rp346,09 miliar menjadi net sell Rp18,46 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.625-Rp3.685. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.645.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.660-Rp2.800. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.675.
PT Astra International Tbk (ASII) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp6.275-Rp6.650. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp6.350.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.450-Rp1.560. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.460.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.200-Rp1.265. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp1.225.
"Tentu saja sentimen yang ada diharapkan dapat membantu IHSG untuk dapat bertahan di zona hijaunya," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (16/10/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.476-4.489 dan resisten 4.520-4.565. Laju IHSG kemarin mampu bertahan di atas target support 4.450-4.463 dan mampu berada di target resisten 4.525-4.684.
Kemarin, di tengah maraknya penilaian akan kembali melemahnya laju IHSG pasca libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437H, terlihat laju IHSG kembali mampu mengalami kenaikan.
"Namun demikian, kenaikan yang terjadi tidak terlalu signifikan seiring masih adanya tekanan jual yang lebih besar dibandingkan dorongan beli," ujarnya.
Terlihat dalam pergerakan intraday perdagangan, laju IHSG sempat mengalami kenaikan di awal sesi, namun tidak bertahan lama kembali melemah dan cenderung sideways hingga akhir sesi.
Seluruh sektor mengalami kenaikan kecuali sektor perkebunan, perdagangan, dan properti. Sementara indeks manufaktur mengalami kenaikan yang ditopang oleh saham-saham konsumer dan semen.
Melemahnya indeks USD yang diikuti penguatan sejumlah mata uang Asia termasuk rupiah membantu IHSG berbalik naik, termasuk juga rilis surplus neraca perdagangan yang turut menambah sentimen positif.
Akan tetapi, sentimen positif tersebut juga terhalangi rilis ekspor dan impor yang menurun dan wait & see jelang pengumuman BI rate serta Paket Kebijakan ke-4.
Meski transaksi asing kembali nett sell, namun diimbangi masih menguatnya rupiah. Asing tercatat nett sell dari net sell Rp346,09 miliar menjadi net sell Rp18,46 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.625-Rp3.685. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.645.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.660-Rp2.800. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.675.
PT Astra International Tbk (ASII) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp6.275-Rp6.650. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp6.350.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.450-Rp1.560. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.460.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.200-Rp1.265. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp1.225.
(rna)
Lihat Juga :