Wall Street Berakhir di Level Terbaik Delapan Pekan
Jum'at, 16 Oktober 2015 - 08:51 WIB
Wall Street Berakhir di Level Terbaik Delapan Pekan
A
A
A
NEW YORK - Data inflasi dan laba Citigroup yang kuat menyebabkan investor kembali ke saham pada Kamis waktu setempat, sehingga mendorong Wall Street ke level terbaik dalam delapan pekan.
Pasar saham menguat di akhir sesi dan delapan sektor di indeks S&P 500 meningkat lebih dari 1%. Lebih dari empat saham naik untuk setiap satu saham yang jatuh di Bursa Efek New York dan Nasdaq.
Sektor kesehatan di indeks S&P 500 (SPXHC) melonjak 2,2% meskipun perkiraan mengecewakan kinerja HCA Holdings (HCA.N). Saham HCA jatuh 5% menjadi USD72,21. Adapun sektor bioteks di indeks Nasdaq (NBI) melonjak 4,4%.
"Ada banyak uang di sela-sela dan kami menerobos ke level tertinggi baru sejak penurunan Agustus," kata Kepala Investasi Solaris Group Tim Ghriskey, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (16/10/2015).
Saham Citigroup (CN) naik 4,4% menjadi USD52,97 setelah hasil kinerja mengalahkan perkiraan, sementara Goldman Sachs (GS.N) naik 3% menjadi USD184,96, meskipun hasil kinerja lemah. Sektor keuangan (SPSY) melonjak 2,3%, pulih dari kerugian pada Rabu, ketika JPMorgan (JPM.N) membukukan hasil kinerja yang mengecewakan.
Sementara harga konsumen AS turun paling tajam dalam delapan bulan karena biaya bensin jatuh pada bulan September, namun kenaikan CPI inti mendorong mulainya inflasi. Klaim tunjangan pengangguran jatuh pekan lalu, menunjuk pasar tenaga kerja semakin kuat.
Data tersebut menyusul laporan penjualan retail yang lemah, menambah ketidakpastian atas waktu kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
Dow Jones Industrial Average naik 217 poin atau 1,28% ke 17.141,75, indeks S&P 500 naik 29,62 poin atau 1,49% ke 2.023,86, level tertinggi dalam delapan pekan. Sementara Nasdaq Composite bertambah 87,25 poin atau 1,82% ke 4.870,10.
Menurut data Thomson Reuters, sekitar 7,0 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebanyak 7,6 miliar saham.
Pasar saham menguat di akhir sesi dan delapan sektor di indeks S&P 500 meningkat lebih dari 1%. Lebih dari empat saham naik untuk setiap satu saham yang jatuh di Bursa Efek New York dan Nasdaq.
Sektor kesehatan di indeks S&P 500 (SPXHC) melonjak 2,2% meskipun perkiraan mengecewakan kinerja HCA Holdings (HCA.N). Saham HCA jatuh 5% menjadi USD72,21. Adapun sektor bioteks di indeks Nasdaq (NBI) melonjak 4,4%.
"Ada banyak uang di sela-sela dan kami menerobos ke level tertinggi baru sejak penurunan Agustus," kata Kepala Investasi Solaris Group Tim Ghriskey, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (16/10/2015).
Saham Citigroup (CN) naik 4,4% menjadi USD52,97 setelah hasil kinerja mengalahkan perkiraan, sementara Goldman Sachs (GS.N) naik 3% menjadi USD184,96, meskipun hasil kinerja lemah. Sektor keuangan (SPSY) melonjak 2,3%, pulih dari kerugian pada Rabu, ketika JPMorgan (JPM.N) membukukan hasil kinerja yang mengecewakan.
Sementara harga konsumen AS turun paling tajam dalam delapan bulan karena biaya bensin jatuh pada bulan September, namun kenaikan CPI inti mendorong mulainya inflasi. Klaim tunjangan pengangguran jatuh pekan lalu, menunjuk pasar tenaga kerja semakin kuat.
Data tersebut menyusul laporan penjualan retail yang lemah, menambah ketidakpastian atas waktu kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
Dow Jones Industrial Average naik 217 poin atau 1,28% ke 17.141,75, indeks S&P 500 naik 29,62 poin atau 1,49% ke 2.023,86, level tertinggi dalam delapan pekan. Sementara Nasdaq Composite bertambah 87,25 poin atau 1,82% ke 4.870,10.
Menurut data Thomson Reuters, sekitar 7,0 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebanyak 7,6 miliar saham.
(rna)
Lihat Juga :