Pertamina: Persoalan Bos Sonangol Tak Pengaruhi Kerja Sama
Senin, 19 Oktober 2015 - 17:13 WIB
Pertamina: Persoalan Bos Sonangol Tak Pengaruhi Kerja Sama
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menyatakan, kasus yang menimpa bos Sonangol, Sam Pa tidak memengaruhi kerja sama Indonesia dengan perusahaan minyak tersebut. Terlebih hubungannya dengan Pertamina murni kerja sama biasa.
Dia menjelaskan, kerja sama dengan Sonangol Angola merupakan bussiness to bussiness (b to b) yang tidak ada hubungannya dengan penangkapan Sam Pa meskipun kerja sama belum terdengar tindak lanjutnya.
"Sejauh ini perjanjian ini belum ada tindak lanjutnya. Tapi, kalau ada hubungannya dengan Pertamina, itu murni bussiness to bussiness, kerja sama biasa," ujar Dwi di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (19/10/2015)
Sebelumnya, DPR mengingatkan agar kerja sama dengan Sonangol dievaluasi. "Kerja sama antara Sonangol EP dan pemerintah harus segera dievaluasi," ujar Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo dalam rilisnya, Minggu (18/10/2015).
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan Sonangol EP patut diduga adanya permainan, seperti kasus bos Sonangol, Sam Pa di China. "Saya duga ada permainan sampai-sampai Presiden Jokowi sangat cepat teken MoU kerja sama itu," tegasnya.
Selain itu, Bambang juga menanyakan kinerja ISC Pertamina yang digadang sebagai trading minyak menggantikan Petral yang bisa memberikan rekomendasi atas kerja sama Sonangol EP dan pemerintah.
"Apakah kinerja ISC Pertamina hanya rekomendasi tanpa melihat dulu track record perusahaan yang akan melakukan kerja sama," tutupnya.
Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya W Yudha memandang, penangkapan tersebut tidak ada pengaruhnya kerja sama Indonesia dengan Sonangol. Hal ini lantaran yang ditangkap adalah bosnya.
"Kan yang bekerja sama itu bukan person to person, tapi institusi. Selama institusinya tidak dinyatakan bangkrut, tidak dinyatakan kotor akan korupsi, kriminal, saya pikir enggak ada masalah. Sama kayak misalnya, presiden misalnya di kudeta, enggak akan berpengaruh ke kerja sama negara. Karena kan negara yang kerja sama, bukan presiden dengan negara lain, tapi negara dengan negara," ujar Satya kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (17/10/2015).
Seperti diberitakan sebelumnya, pengusaha asal China, Sam Pa atau Xu Jinghua ditangkap kepolisian Hong Kong pada 8 Oktober lalu atas dugaan korupsi yang melibatkan mantan Direktur Eksekutif Sinopec Su Shulin.
Seperti dikutip Reuters dari majalah Caixin, perusahaan milik Pa terlibat dalam proyek-proyek eksplorasi minyak Sinopec di Angola (Sonangol) saat Shulin masih memimpin perusahaan tersebut. Dia juga menjadi perantara untuk membantu mangamankan tawaran raksasa atas minyak mentah milik Angola. Terkait hal tersebut, baik Sam Pa maupun Sinopec menolak berkomentar.
Sinopec Corp menguasai 55% saham dalam usaha patungan Sonangol Sinopec International yang didirikan pada tahun 2004 dan memegang 50% saham atas 18 blok minyak di lepas pantai Angola.
Komisi Displin China mengatakan, Shulin diduga telah melakukan pelanggaran disiplin serius. Shulin tercatat pernah menjabat sebagai Gubernur Fujian sejak 2011 dan juga ditunjuk sebagai Kepala Partai Komunis di Fujian.
Baca juga:
DPR Desak Jokowi Evaluasi Kerja Sama Sonangol
Pengamat: Sejak Awal Kontrak Minyak Sonangol Tak Jelas
Mengenal Sosok Bos Sonangol
Dia menjelaskan, kerja sama dengan Sonangol Angola merupakan bussiness to bussiness (b to b) yang tidak ada hubungannya dengan penangkapan Sam Pa meskipun kerja sama belum terdengar tindak lanjutnya.
"Sejauh ini perjanjian ini belum ada tindak lanjutnya. Tapi, kalau ada hubungannya dengan Pertamina, itu murni bussiness to bussiness, kerja sama biasa," ujar Dwi di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (19/10/2015)
Sebelumnya, DPR mengingatkan agar kerja sama dengan Sonangol dievaluasi. "Kerja sama antara Sonangol EP dan pemerintah harus segera dievaluasi," ujar Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo dalam rilisnya, Minggu (18/10/2015).
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan Sonangol EP patut diduga adanya permainan, seperti kasus bos Sonangol, Sam Pa di China. "Saya duga ada permainan sampai-sampai Presiden Jokowi sangat cepat teken MoU kerja sama itu," tegasnya.
Selain itu, Bambang juga menanyakan kinerja ISC Pertamina yang digadang sebagai trading minyak menggantikan Petral yang bisa memberikan rekomendasi atas kerja sama Sonangol EP dan pemerintah.
"Apakah kinerja ISC Pertamina hanya rekomendasi tanpa melihat dulu track record perusahaan yang akan melakukan kerja sama," tutupnya.
Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya W Yudha memandang, penangkapan tersebut tidak ada pengaruhnya kerja sama Indonesia dengan Sonangol. Hal ini lantaran yang ditangkap adalah bosnya.
"Kan yang bekerja sama itu bukan person to person, tapi institusi. Selama institusinya tidak dinyatakan bangkrut, tidak dinyatakan kotor akan korupsi, kriminal, saya pikir enggak ada masalah. Sama kayak misalnya, presiden misalnya di kudeta, enggak akan berpengaruh ke kerja sama negara. Karena kan negara yang kerja sama, bukan presiden dengan negara lain, tapi negara dengan negara," ujar Satya kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (17/10/2015).
Seperti diberitakan sebelumnya, pengusaha asal China, Sam Pa atau Xu Jinghua ditangkap kepolisian Hong Kong pada 8 Oktober lalu atas dugaan korupsi yang melibatkan mantan Direktur Eksekutif Sinopec Su Shulin.
Seperti dikutip Reuters dari majalah Caixin, perusahaan milik Pa terlibat dalam proyek-proyek eksplorasi minyak Sinopec di Angola (Sonangol) saat Shulin masih memimpin perusahaan tersebut. Dia juga menjadi perantara untuk membantu mangamankan tawaran raksasa atas minyak mentah milik Angola. Terkait hal tersebut, baik Sam Pa maupun Sinopec menolak berkomentar.
Sinopec Corp menguasai 55% saham dalam usaha patungan Sonangol Sinopec International yang didirikan pada tahun 2004 dan memegang 50% saham atas 18 blok minyak di lepas pantai Angola.
Komisi Displin China mengatakan, Shulin diduga telah melakukan pelanggaran disiplin serius. Shulin tercatat pernah menjabat sebagai Gubernur Fujian sejak 2011 dan juga ditunjuk sebagai Kepala Partai Komunis di Fujian.
Baca juga:
DPR Desak Jokowi Evaluasi Kerja Sama Sonangol
Pengamat: Sejak Awal Kontrak Minyak Sonangol Tak Jelas
Mengenal Sosok Bos Sonangol
(dmd)
Lihat Juga :