USD Datar terhadap Yen, Rupiah Berakhir Rebound

Senin, 19 Oktober 2015 - 16:57 WIB
USD Datar terhadap Yen,...
USD Datar terhadap Yen, Rupiah Berakhir Rebound
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berhasil balik arah (rebound) tipis, di tengah mendatarnya USD terhadap yen pascarilis data ekonomi China kuartal III.

Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.515/USD, dengan kisaran harian Rp13.421-Rp13.620/USD. Posisi itu terapresiasi 10 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.525/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.517/USD. Posisi tersebut membaik 23 poin dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.540/USD.

Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.548/USD, positif 14 poin dibanding sebelumnya pada level Rp13.562/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.563/USD, merosot sebesar 31 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.534/US.

Sementara USD menguat terhadap euro tapi mendatar terhadap yen. Euro diperdagangkan dekat level terendah 10 hari terhadap USD pada hari ini karena investor menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB), di mana stimulus lebih lanjut bisa diumumkan untuk meningkatkan inflasi di zona Eropa.

Meskipun sebagian besar pedagang dan analis memperhitungkan ECB akan menunggu sampai pertemuan Desember untuk mengumumkan sesuatu yang baru, mereka melihat risiko bahwa langkah-langkah pelonggaran tambahan dapat diumumkan Kamis ini.

Euro turun ke 1,1340/USD, dekat dengan level terendah pada Jumat lalu di 1,1335, terlemah sejak 9 Oktober 2015.

"Dasar kami adalah bahwa (ECB) mengumumkan perpanjangan program pembelian aset pada bulan Desember, tapi kami melihat risiko nyata bahwa mereka juga bisa melakukannya pada pertemuan ini, sehingga dari perspektif valuta asing, kami pikir itu masuk akal untuk mempengaruhi euro dalam jangka pendek menjelang pertemuan itu," kata ahli strategi mata uang BNP Paribas Sam Lynton-Brown, seperti dilansir dari Reuters, Senin (19/10/2015).

Dolar Australia menguat 0,4% terhadap USD setelah data ekonomi dari China menunjukkan pertumbuhan di bawah target untuk kali pertama sejak 2009, sedikit lebih baik dari estimasi ekonom.

Terhadap yen, USD mendatar di 119,34, setelah berada di level 119,15. (Baca: Perekonomian China Kuartal III Tumbuh Lampaui Perkiraan)

Baca:

Rupiah Siang Ini Negatif, IHSG Berakhir Positif

USD Stabil terhadap Yen, Rupiah Dibuka Lemas
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
53 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved